Senin, 20 Juni 2011

PEMBAHARUAN ISLAM DI MESIR DAN TURKI

1. Pendahuluan
Kedatangan Napoleon di Mesir pada 1798 merupakan momentum penting dari perkembangan Islam. Kedatangan “penakluk dari Prancis” ini tidak hanya membuka mata kaum muslim akan apa yang dicapai oleh peradaban Barat di bidang sains dan teknologi, tetapi juga menandai awal kolonialisme Barat atas wilayah-wilayah Islam. Di antaranya akibat kontak itu di lingkuangan elit muslim para penguasa dan kalangan cendikiawan gerakan pembaharuan Islam kembali memperoleh gairah. Kaum muslim semakin intensif dan bersemangat mengkaji kembali doktrin-doktrin dasar Islam khususnya dihadapkan pada kemajuan Barat. Kritik-kritik terhadap kondisi umum masyarakat Islam bermunculan, seruan berjihad semakin nyaring terdengar, pandangan lama yang menganggap pintu ijtihad telah tertutup tidak hanya digugat, tetapi bahkan dianggap sebagai cermin dari keterbelakangan intelektual. Tidak heran jika taqlid mendapat kritik pedas dari kalangan pembaharu.
Pembaharuan Islam di Mesir 1. Latar Belakang Sejarah Pembaharuan di Mesir
Latar belakang sejarah Mesir secara historis dapat kita lihat ketika Mesir berada pada kekuasaan Romawi di Timur dengan Bizantium sebagai ibu kotanya merupakan awal kebangkitan Mesir di abad permulaaan Islam yang berkembang menjadi kota dan negara tujuan setiap orang. Mesir menjadi sangat menarik pada masa kekuasaan Romawi tersebut karena ia mempunyai potensi yang secara tradisional telah berakar di Mesir.
Kerajaan Romawi Timur dengan ibu kota Bizantium merupakan rival berat pengembangan Islam yang keberadaannya berlangsung sampai pada masa pemerintahan Kholifah Umar Bin Khatab. Pada saat Umar menjadi Khalifah, Romawi Timur merupakan target pengembangan misi keislaman dan akhirnya kekuatan militer Romawi tidak dapat menghambat laju kemenangan Islam di Mesir, karena keberadaan Islam sebagai agama baru memberikan keluasaan dan kebebasan untuk hidup, yang selama itu tidak diperoleh dari pemerintahan Romawi Timur, termasuk didalamnya kondisi yang labil karena berkembangnya konflik keagamaan.
Mesir   menjadi   wilayah Islam pada zaman khalifah Umar bin Khattab pada 640 M,  Mesir ditaklukkan oleh pasukan Amr Ibn al-Ash yang kemudian ia dijadikan gubernur  di sana. Kemudian diganti oleh Abdullah Ibn Abi Syarh pada masa Usman dan berbuntut konflik yang menjadi salah satu sebab terbunuhnya Usman ra.  Mesir menjadi salah satu pusat peradaban Islam dan pernah dikuasai dinasti-dinasti kecil pada zaman Bani Abbas, seperti Fatimiah ( sampai tahun 567 H) yang mendirikan Al-Azhar, dinasti Ayubiyah (567-648 H) yang terkenal dengan perang salib dan perjanjian ramalah mengenai Palestina, dinasti Mamluk (648-922 H) sampai ditaklukan oleh Napoleon dan Turki Usmani.
Segera setelah Mesir menjadi salah satu bagian Islam, Mesir tumbuh dengan mengambil peranan yang sangat sentral sebagaimana peran-peran sejarah kemanusiaan yang dilakoninya pada masa yang lalu, misalnya :
a.    Menjadi sentral pengembangan Islam di wilayah Afrika, bahkan menjadi batu loncatan pengembangan Islam di Eropa lewat selat Gibraltar (Aljajair dan Tunisia).
b.    Menjadi kekuatan Islam di Afrika, kakuatan militer dan ekonomi.
c.    Pengembangan Islam di Mesir merupakan napak tilas terhadap sejarah Islam pada masa Nabi Musa yang mempunyai peranan penting dalam sejarah kenabian.
d.    Menjadi wilayah penentu dalam pergulatan perpolitikan umat Islam, termasuk di dalamnya adalah peralihan kekuasaan dari Khulafaur Rasyidin kepada Daulat Bani Umaiyah dengan tergusurnya Ali Bin Abi Thalib dalam peristiwa “Majlis Tahkim”.
Bagaiamanapun Mesir adalah sebuah tempat yang sarat dengan peran politik dan kesejarahan. Bagaimana tidak, nampaknya Mesir dilahirkan untuk selalu dapat berperan dan memberikan sumbangan terhadap perjalanan sejarah Islam itu sendiri.  Dari segi ekonomi dan politik,  ia memberikan sumbangan yang cukup besar terutama sektor perdagangan dan pelabuhan Iskandariyah yang memang sejak kerajaan Romawi Timur merupakan pelabuhan yang ramai. Sedangkan dari segi pembangunan hukum Islam, Mesir merupakan daerah yang ikut melahirkan bentuk dan aliran hukum Islam terutama dengan kehadiran Imam Syafi’i, yang hukum-hukumnya sangat kita kenal.
Setelah kehancurn kerajaan Islam di Bagdad, Mesir tampil dengan format perpolitikan yang baru, yang berkembang bersama kerajaan Daulat Fatimiyah. Kerajaan Daulat Bani Fathimiyah adalah salah satu dari tiga kerajaan besar Islam, yaitu Daulat Safawiyah di Parsi dan Kerajaan Moghul di India, pasca kejayaan Islam pada masa Daulat Bani Abasiyah di Bagdad dan Bani Umaiyah di Spanyol. Kehadiran Mesir bersama Daulat Bani Fathimiyah yang didirikan oleh aliran/sekte Syi’ah (kerajaan Syi’ah) telah memberikan isyarat adanya kekuatan Islam di saat Islam mengalami kemunduran. Statemen tersebut bukanlah sebuah apologi, karena bukti-bukti eksistensi kerajaan tersebut sampai saat ini masih dapat kita jumpai, misalnya berdirinya  Universitas Al-Azhar yang didirikan oleh Nizamul Mulk sebagai pusat kajian keilmuan Islam.
Ketika melacak sejarah Mesir, akan lebih menarik dari munculnya (kekhalifahan) dinasti  Fatimiyah yang membangun Universitas Al-Azhar sebagai Perguruan Tinggi Islam besar tertua yang dianggap mewakili peradaban dan basis ilmiah-intelektual pasca-klasik sampai modern, yang kini dianggap masih ada dan tidak terhapus oleh keganasan perang, berbeda dengan Universitas Nizamiyah di Bagdad yang hanya tinggal kenangan. Setelah keruntuhan Bagdad, Al-Azhar dapat disimbolkan  sebagai khasanah pewarisan bobot citra keagamaan yang cukup berakar di dunia Islam. Tonggak inilah yang membawa Mesir memiliki aset potensial dikemudian hari dalam gagasan-gagasan modernisme.
Setelah Dinasti Fatimiyah dan penerus-penerusnya dilanjutkan lagi oleh Sultan Mamluk sampai tahun 1517 M,  mereka inilah yang sanggup membebaskan Mesir dan Suriah dari peperangan Salib serta yang  membendung kedahsyatan tentara Mogol di bawah pimpinan Hulagu dan Timur Lenk. Dengan demikian Mesir terbebaskan dari penghancuran dari  pasukan Mogol sebagaimana yang terjadi di dunia Islam yang lain.
Ketika Napoleon Bonaparte menginjakkan kakinya di Mesir pada tahun 1798, Mesir berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Secara politik, negeri ini terbelah oleh dua kekuatan yang saling menghancurkan. Yakni, kekuatan Mamluk yang berkuasa secara turun-temurun sejak abad ke-13 dan kekuatan yang didukung oleh pemerintahan Utsmani di Istanbul.
Situasi kekuasaan dan pemerintahan di Mesir pada  waktu itu sudah tidak dapat lagi dikatakan stabil. Kekacauan, kemerosotan sosial kemasyarakatan sebagai wilayah yang selalu diperebutkan  dan diincar oleh negara-negara Islam kuat sungguh-sungguh membuat rakyat Mesir diliputi rasa ketakutan. Perhatian untuk membangun pun sangat lemah, sebab setiap saat selalu dihantui oleh perang. Dengan keadaan sedemikian lemah posisi Mesir, datanglah tentara Napoleon yang melebarkan sayap imperialnya ke wilayah-wilayah lain yang mempunyai potensi kekayaan alam, peradaban dan warisan-warisan historis yang memungkinkan untuk  dijadikan batu pijakan bagi kejayaan mereka dalam membangun impian menguasai dunia.
Pada   tanggal   2 Juni  1798 M,      ekspedisi Napoleon mendarat  di Alexandria     ( Mesir) dan berhasil mengalahkan Mamluk dan berhasil menguasai Kairo. Setelah ditinggal Napoleon digantikan oleh Jenderal Kleber dan kalah ketika bertempur melawan Inggris. Dan pada saat bersamaan datanglah pasukan Sultan Salim III    ( Turki Usmani) pada tahun 1789-1807 M dalam rangka mengusir Prancis dari Mesir. Salah satu tentara Turki Usmani adalah Muhammad Ali yang kemudian menjadi gubernur Mesir di bawah Turki Usmani.[9]
Walaupun Napoleon menguasai Mesir hanya dalam waktu sekitar tiga tahun, namun pengaruh yang ditinggalkannya sangat besar dalam kehidupan bangsa Mesir. Napoleon Bonaparte menguasai Mesir sejak tahun 1798 M. Ini merupakan momentum baru bagi sejarah umat Islam, khususnya di Mesir yang menyebabkan bangkitnya kesadaran akan kelemahan dan keterbelakangan mereka. Kehadiran Napoleon Bonaparte di samping membawa pasukan yang kuat, juga membawa para ilmuwan dengan seperangkat peralatan ilmiah untuk mengadakan penelitian.
Harun Nasution menggambarkan ketika Napoleon datang ke Mesir  tidak hanya membawa tentara, akan tetapi terdapat 500 orang sipil 500 orang wanita. Diantara jumlah tersebut terdapat 167 orang ahli dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan dan membawa 2 unit percetakan dengan huruf  Latin, Arab dan Yunani, tujuannya untuk kepentingan ilmiah yang pada akhirnya dibentuk sebuah lembaga ilmiah dinamai Institut d’Egypte terdiri dari ilmu pasti, ilmu alam, ekonomi politik, dan sastera seni.  Lembaga ini boleh dikunjungi terutama oleh para ulama dengan harapan akan menambah pengetahuan tentang Mesir dan mulailah terjadi kontak langsung dengan peradaban Eropa yang baru lagi asing bagi mereka.[11]
Alat percetakan  yang dibawa  Napoleon tersebut  menjadi perusahaan  percetakan Balaq,  perusahaan tersebut berkembang sampai sekarang. Sedangkan peralatan modern  pada Institut ini seperti mikroskop, teleskop, atau alat-alat percobaan lainnya serta kesungguhan kerja orang Prancis merupakan hal yang asing dan menakjubkan  bagi orang Mesir pada saat itu.
Abdurrahman al-Jabarti, ulama al-Azhar dan penulis sejarah, pada tahun 1799 berkunjung ke Institut d’Egypte; sebuah lembaga riset yang didirikan oleh Napoleon di Mesir. Ketika kembali dari kunjungan itu, al-Jabarti berkata, “saya lihat di sana benda-benda dan percobaan-percobaan ganjil yang menghasilkan hal-hal besar untuk dapat ditangkap oleh akal seperti yang ada pada kita”, ungkapan al-Jabarti itu merefleksikan kemunduran Islam berhadapan dengan Barat,  dan menunjukkan aktivitas ilmiah mengalami  kemunduran umat Islam ketika itu.
Pembaharuan  Islam di Mesir menurut John L. Esposito dilatarbelakangi oleh  ortodoksi sunni yang mengalami proses kristalisasi setelah bergulat dengan aliran muktazilah, aliran syiah dan kelompok  khawarij yang kemudian disusul dengan sufisme yang pada tahapan selanjutnya mengalami degenerasi. Degenerasi dan dekadensi aqidah dan politik nepotisme dan absolutis yang bertentangan semangat egaliterianisme yang diajarkan Islam setelah merajalelanya bid’ah, kurafat, fabrikasi dan supertisi di kalangan umat Islam dan membuat buta terhadap ajaran-ajaran Islam yang orisinal. Maka tampilah pada abad peralihan 13 ke-14 seorang tokoh Ibnu Taimiyah yang melakukan kritik tajam sebagai reformis ( Tajdid) dengan seruannya agar umat Islam kembali kepada Al-Quran, Sunnah serta memahami kembali ijtihad.
Lebih jauh Muhamamd Abduh menggambarkan bahwa metode pendidikan yang otoriter juga merupakan  salah satu pendorong mandegnya kebebasan intelektual, sehingga ia sendiri merasa tidak begitu tertarik mendalami agama pada masa kecil lantaran kesalahan metode itu, yakni berupa cara menghafal pelajaran di luar kepala.
Al-Azhar yang selama ini berkembang menjadi simbol kajian keilmuan, juga terjangkit penyakit kejumudan dengan hanya mengajarkan ilmu agama dan melarang segala bentuk kajian keilmuan yang berangkat dari sisi rasionalitas, sistematik dan ilmiyah. Keterbukaan dalam melakukan pemikiran keislaman dan pendidikan dengan orientasi pada sikap rasionalitas merupakan barang baru, yang sama sekali tidak berkembang di kalangan umat Islam Mesir, dan tawaran-tawaran semacam itu akan menimbulkan reaksi yang keras, yang berkembang dari mereka yang tidak mau menggunakan rasionalitas dan pembahasan sistematis terhadap ajaran Islam. Hal tersebut sangat wajar karena umat Islam telah jatuh pada sikap kehangatan sufisme dan mistisisme.
Kehadiran Napoleon ini sangat berarti bagi timbulnya pola pendidikan dan pengajaran Barat,  yang sedikit demi sedikit akan mengubah persepsi dan pola pemikiran umat Islam, dan ini sudah barang tentu akan melahirkan semangat pengkajian dan pembaharuan dalam Islam.
Maka pada tahap perkembangannya pola pembaharuan Islam Kontemporer di Mesir lebih mengarah kepada hal-hal berikut: Pertama, pembaharuan sistem berfikir artinya tata cara berfikir umat Islam yang harus meninggalkan pola pikir tradisional yang dogmatik.Kedua, upaya membangun semangat kolegial umat, agar memperoleh kesempatan melakukan aktualiasai ajaran terutama partisipasi aktif dalam percaturan politik, ekonomi dan hukum di dunia, sebab selama ini, umat Islam secara aktif tidak mampu memberikan partisipasinya dalam percaturan dunia.
Pembaharuan Islam di Turki 1. Latar Belakang Pembaharuan di Turki
Kekalahan militer Turki Usmani di Lepanto ( 1571M), dan kegagalan dalam menaklukan Wina (1683M) merupakan tanda pergeseran kekuatan. Militer Kristen Eropa lebih kuat dibandingkan dengan Militer Turki Usmani. Solusi yang ditempuhnya adalah   harus mengadopsi kemajuan-kemajuan yang telah dicapai Eropa. Adopsi kemajuan tersebut melahirkan gerakan pembaharun di Turki.
Turki adalah bekas jantung tempat salah satu kekhalifahan terbesar Islam, yakni Turki Usmani. Oleh karena itu keterikatan  bangsa Turki dengan Islam berlangsung  sangat kuat sebab mereka bangsa terkemuka di dunia Islam selama beratus-ratus tahun lamanya. Ini merupakan suatu indikasi tentang betapa pentingnya Islam dalam kehidupan nasional rakyat Turki. Secara politis setiap orang yang bertempat tingal di Turki, tetapi secara kebudayaan orang Turki adalah hanya orang Islam.
Langkah-langkah pembaharuan yang dilakukan adalah, pertama  mengirim para pelajar ke luar negeri, kedua pengiriman duta besar ke Eropa, ketiga mendatangkan guru dari Eropa,mendirikan selokah teknik militer, Pembentukkan badan penerjemah,menulis beberapa buku matematiaka, geografi, kedokteran, sejarah dan agama, pendirian penerbitan dan percetakan.
Bangsa Turki adalah orang-orang dan bermartabat dengan suatu persepsi mengenai mereka sendiri sebagai masyarakat terhormat dan unggul. Dengan demikian Turki sebuah identitas kebangsaan yang membanggakan warganya. Contoh paling ekspresif mengenai hal ini ditinjukkan oleh Ziya Gokalp ( 1876-1924) dalam salah satu pernyataannya “ I am Turk, my religion and may race are noble” dan ungkapan yang lebih fanatik dan angkuh dikatakan Mustafa Kemal menyatakan “ Saya adalah Turki, merongrong saya sama dengan menghancurkan Turki”.
Pembaharuan yang terjadi di Turki terdapat tiga aliran: aliran Barat, aliran Islam dan aliran nasonalis. Menurut tokoh yang beraliran Barat, Turki mundur karena bodoh yang disebabkan syariah yang menguasai seluruh kehidupan bangsa Turki, solusinya Barat harus dijadikan guru, tokohnya Tewfik Fikret. Kedua menurut Aliran Agama, Syariat Islam tidak menjadi penghalang kemajuan. Turki mundur karena tidak menjalankan syariat Islam, sehingga Syariat Islam harus dijalankan di Turki, tokohnya Mehmed Akif. Ketiga aliran nasionalis berpendapat kemunduran Turki disebabkan karena Umat Islam  yang enggan mengakomodir perubahan-perubahan, tokhnya Zia Gokalp.
Begitu juga dalam Pembaharuan Pendidikan Islam dengan memperhatikan berbagai macam sebab kelemahan dan kemunduran umat Islam sebagaimana nampak pada masa sebelumnya, dan dengan memperhatikan sebab-sebab kemajuan dan kekuatan yang dialami oleh Bangsa Eropa, maka pada garis besarnya terjadi tiga pola pemikiran pembaharuan pendidikan Islam. Ketiga pola tersebut adalah : (1) pola pembaharuan pendidikan Islam yang berorientasi pada pola pendidikan modern di Eropa, (2) golongan yang berorientasi pada sumber Islam yang murni, (3) usaha yang berorientasi pada Nasionalisme.
1.    Pola pembaharuan pendidikan Islam yang berorientasi pada pendidikan modern di Barat. Mereka berpandangan, pada dasarnya kekuatan dan kesejahteraan yang dialami Barat adalah hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang mereka capai. Golongan ini berpendapat bahwa apa yang dicapai oleh Barat sekarang ini merupakan pengembangan dari ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang pernah berkembang di dunia Islam. Maka untuk mengembalikan kekuatan dan kejayaan umat Islam, sumber kekuatan itu harus dikuasai kembali. Cara pengembalian itu tidak lain adalah melalui pendidikan, karena pola pendidikan Barat dipandang sukses dan efektif, maka harus meniru pola Barat yang sukses itu. Pembaharuan pendidikan dengan pola Barat, mulai timbul di Turki Utsmani akhir abad ke 11 H / 17 M setelah mengalami kalah perang dengan berbagai negara Eropa Timur pada masa itu.
Pada dasarnya, mereka (golongan ini) berpandangan bahwa pola pendidikan Islam harus meniru pola Barat dan yang dikembangkan oleh Barat, sehingga pendidikan Islam bisa setara dengan pendidikan mereka. Mereka berpandangan bahwa usaha pembaharuan pendidikan Islam adalah dengan jalan mendirikan lembaga pendidikan / sekolah dengan pola pendidikan Barat, baik sistem maupun isi pendidikannya. Jadi intinya, Islam harus meniru Barat agar bisa maju.
2.    Golongan yang berorientasi pada sumber Islam yang murni.
Mereka berpendapat bahwa sesungguhnya Islam itu sendiri merupakan sumber dari kemajuan dan perkembangan peradaban Ilmu Pengetahuan modern. Dalam hal ini Islam telah membuktikannya. Sebab-sebab kelemahan umat Islam meurut mereka adalah karena tidak lagi melaksanakan ajaran Agama Islam sebagaimana mestinya. Ajaran Islam yang sudah tidak murni lagi digunakan untuk sumber kemajuan dan kekuatan. Pola ini dilakukan oleh Muhammad bin Abdul Wahab, Jamaluddin Al-Afghani, dan Muhammad Abduh.
3. Usaha yang berorientasi kepada Nasionalisme. Golongan ini melihat di Barat rasa Nasionalisme ini timbul bersamaan dengan berkembangnya pola kehidupan modern sehingga mengalami kemajuan yang menimbulkan kekuatan politik yang berdiri sendiri. Keadaan ini pada umumnya mendorong Bangsa timur dan bangsa terjajah lainnya untuk mengembangkan nasionalisme mereka masing-masing. Yang mendorong berkembangnya nasionalisme adalah karena kenyataannya mereka terdiri dari berbagai bangsa dengan latar belakang dan sejarah perkembangan kebudayaan yang berbeda satu sama lain.
Golongan ini berusaha memperbaiki kehidupan umat Islam dengan memperhatikan situasi dan kondisi objektif umat Islam yang bersangkutan. Dalam usaha mereka bukan semata mengambil unsur-unsur budaya Barat yang sudah maju, tetapi juga mengambil unsur dari budaya warisan bangsa yang bersangkutan. Ide kebangsaan inilah yang akhirnya menimbulkan timbulnya usaha merebut kemerdekaan dan mendirikan pemerintahan sendiri dikalangan pemeluk Islam. Sebagai akibat dari pembaharuan dan kebangkitan kembali pendidikan ini terdapat kecendrungan dualisme sistem pendidikan kebanyakan negara tersebut, yaitu sistem pendidikan modern dan sistem pendidikan tradisional.
Diantara beberapa tokoh pembaharuan di Turki adalah Sultan Salim III, Sultan Mahmud II, Tanzimat, Kelompok Usmani Muda, Turki muda, dan Mustafa Kemal. Sebelum Sultan Mahmud II gerakan pembaharuan sudah dimulai akan tetapi belum banyak perubahan yang terjadi, seperti pada tahun 1644-1702 Husen Koprulu dan Damad Ibrahim (1719-1730 M) keduanya menjadi Wajir Agung mengadakan pembaharuan akan tetapi mendapat tantangan dari Feyzullah sebagai syaikh al-Islam yang menyebabkan konflik internal dan berhasil wajir tersebut.

Minggu, 19 Juni 2011

"ANGKLUNG" traditional instrument of west java

angklung_indonesia1.jpgAngklung is the musical instrument originated from Indonesia, angklung is used and played by the Sundanese since the ancient times. In Hindu period and Padjajaran kingdom era, Sundanese people used the angklung to sign the time for prayer. Later, Padjajaran kingdom use this instrument as corps music in Bubat War (versus Majapahit kingdom). Angklung functioned as building the peoples community spirit. It was still used by the Sundanese until the colonial Dutch East Indies (V.O.C) era. Because of the colonial times, the Dutch East Indies government tried to forbid people playing the angklung instrument.
Angklung made out of two bamboo tubes attached to a bamboo frame. The tubes are carved so that they have a resonant pitch when struck. The two tubes are tuned to octaves. The base of the frame is held with one hand while the other hand shakes the instrument rapidly from side to side. This causes a rapidly repeating note to sound. Thus each of three or more angklung performers in an ensemble will play just one note and together complete melodies are produced. Angklung is popular throughout Southeast Asia.
The Angklung got more international attentionand respect when Daeng Soetigna, from Bandung West Java, expanded the angklung notations not only to play traditional pelog or slendro scales, but also diatonic scale in 1938. Since then, angklung is often played together with other western music instruments in an orchestra. One of the first well-known performances of angklung in an orchestra was during the Bandung Conference in 1955. A few years later, Udjo Ngalagena, a student of Daeng Soetigna, opened his Saung Angklung (House of Angklung) in 1966 as centre of its development.
In the early 20th century, the angklung was adopted in Thailand, where it is called angkalung (อังกะลุง). The Thai angklung are typically tuned in the Thai tuning system of seven equidistant steps per octave, and each angklung has three bamboo tubes tuned in three separate octaves rather than two, as is typical in Indonesia. Angklung had also been adopted by its Austronesian neighbours, inparticularly Malaysia and Philippines, where they are rather played as part of bamboo xylophone orchestras. Formally introduced into Malaysia sometime after the end of confrontation, it found immediate popularity. They are generally played using a pentatonic scale similar to the Indonesian slendro, although in the Philippines, sets also come in the diatric and minor scales used to perform various Spanish-influenced folk music.
At least one Sundanese angklung buncis ensemble exists in the United States. Angklung Buncis Sukahejo is an ensemble at The Evergreen State College, and includes eighteen double rattles (nine tuned pairs) and four dog-dog drums. Wow, those are the prove of Angklung’s movement in the world.
Well, I just can say that angklung is incredible instrument. As the Indonesian, angklung is our spirit musical instrument, the spirit to proud of our motherland and nation.

Merak Dance

Tari Merak merupakan tarian kreasi baru dari tanah Pasundan yang diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri pada tahun 1950an dan dibuat ualng oleh dra. Irawati Durban pada tahun 1965 .


       Tari Merak meerupakan tari paling populer di Tanah Jawa. Versi yang berbeda bisa didapati juga di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Seperti namanya tarian Merak merupakan tarian yang melambangkan gerakan-gerakan burung Merak. Merupakan tarian solo atau bisa juga dilakukan oleh beberapa orang penari. Penari umumnya memakai selendang yang terikat dipinggang, yang jika dibentangkan akan menyerupai sayap burung. Penari juga memakai mahkota berbentuk kepala burung Merak. Gerakan tangan yang gemulai dan iringan gamelan, merupakan salah satu karakteristik tarian ini. 


     Banyak orang salah kaprah mengira jika tarian ini bercerita tentang kehidupan dan keceriaan merak betina, padahal tarian ini bercerita tentang pesona merak jantan yang terkenal pesolek untuk menarik hati sang betina.
Sang jantan akan menampilkan keindahan bulu ekornya yang panjang dan berwarna-warni untuk menarik hati sang betina. Gerak gerik sang jantan yang tampak seperti tarian yang gemulai untuk menampilkan pesona dirinya yang terbaik sehingga sang betina terpesona dan melanjutkan ritual perkawinan mereka.

    Setiap gerakan penuh makna ceria dan gembira, sehingga tarian ini kerap digunakan sebagai tarian persembahan bagi tamu atau menyambut pengantin pria menuju pelaminan.
     Kostumnya yang berwarna warni dengan aksen khas burung merak dan ciri khas yang paling dominan adalah sayapnya dipenuhi dengan payet yang bisa dibentangkan oleh sang penari dengan satu  gerakan yang anggun menambah indah pesona tarian ini, serta mahkota yang berhiaskan kepala burung merak  yang disebut singer yg akan bergoyang setiap penari menggerakkan kepalanya.

     Dalam setiap acara tari Merak paling sering ditampilkan terutama untuk menyambut tamu agung atau untuk memperkenalkan budaya Indonesia terutama budaya Pasundan ke tingkat Internasional.

Sabtu, 18 Juni 2011

asem manis cinta

CINTA, mungkin itu kata yang sering kita dengar sehari-hari. kata itu sudah tidak asing lagi di telinga kita. sebenarnya apa sih arti dari cinta itu? ya jawabannya praktis: yaitu rasa saling menyanyangi antara satu orang kepada orang yang lainnya, rasa saling mengasishi antara kaum adam dan kaum hawa, rasa ingin memiliki antara insan yang sedang jatuh cinta... hehehe . tapi buatku cinta itu biasa aja... tidak ada yang spesial. !! kenapa ya? mungkin karena aku belum bisa membukakan hatiku untuk seseorang kali ya? orang-orang sibuk nyari pacar baru ketika mereka putus, tapi aku mah santai aja. hehehe jodohmah di tangan tuhan. kalau jodoh gak bakalan lari kemana.
nyebelin banget kalau ada yang ngomong:"Neng kapan mau nikah?" atau "Neng sekarang pacarnya orang mana?" ya udah aku jawab aja yang sebenernya. "Mang saya masih pengen fokus ke kuliah, saya belum ada niat untuk nikah", nikah itu kan perlu rencana yang matang. kalau asal-asalan nanti ujung-ujungnya malah ke perceraian. Sekarang aku sudah semester 6,, wah berarti cepet wisuda dong??? amiiiiin..
Terakhir pacaran itu waktu pas semester pertama di universitas, itupun aku gak pacaran sama temen sekampus. ntah kenapa aku gak menemukan pria dikampus yang bener2 pas . bisa dibilang aku jadian sama temen baik aku. Dia sosok yang sederhana, baik, perhatian, tidak belagu, dan selalu siap jadi penghibur disaat aku lagi sedih. tapi hubungan kami gak berjalan lama, hanya 3 minggu. ya sangat singkat !!
aku gak ngerti kenapa hubungan kami hanya berjalan 3 minggu. yang jelas kami tidak cocok dan alhamdulillah sampai sekarang kami masih bersahabat walaupun hubungan kami sudah putus 2 tahun yang lalu.
Dia bilang( mantan aku): "Neng, kita berbeda,, aku bukan siapa-siapa,sedangkan kamu? lihat kamu sungguh beruntung bisa kuliah apalagi dikampus yang terbilang bonafit dan bayaran kuliahnya mahal. jujur gajihku sebulan tidak sebanding dengan bayaran kamu per semester".
aku diam, hanya diam dan tak bisa berkata2. aku hanya teringat ketika 3 tahun lalu aku kecelakaan, saat itu aku berencana untuk menghibur rasa penatku yang kesal pada kehidupan yang fana ini,,. ku lihat motor matic saudara sepupuku, aku pinjam dan aku kemudikan bersama saudara sepupuku yang lain. aku telusuri jalan sepanjang kabupaten Bandung barat dan utara,terus ku telusuri sambil pikiranku entah kemana perginya. rasa dendam terhadap seseorang yang telah menyakitiku semakin merasuk, aku menabrak sebuah mobil pengangkut bunga,celanaku berlumur darah, pahaku bolong, kakiku dilumuri darah. bisa dibilang ini adalah kecelakaan yang paling DAHSYAT yang terjadi dalam kehidupanku.umurku saat itu 18 thn. saat-saat labil dan penuh emosi.
terlihat tangisan saudara sepupuku yang aku bonceng, dia menangis, muungkin tak tahan melihat keadaanku yang lemah dan bermandikan darah. dia pun segera mencari pertolongan pada warga sekitar, akhirnya alhamdulilah ada orang yang baik hati yang menolongku. untungnya saudara sepupuku yang ku bonceng tak luka sedikitpun. hanya aku yang mengalami luka hebat saat itu.
aku ditolong oleh warga penjual bunga yang berada tak jauh dari lokasi itu, dia berniat mengantarkan aku kerumah orang tuaku, agar aku segera di efakuasi ke ruamah sakit. tapi aku menolak. aku gak mau orang tuaku tahu dan sedih melihat keadaanku yang amat menyedihkan.
lalu aku minta penolongku untuk mengantarkanku ke rumah Mr X (mantanku). oke sang penolong tak keberatan. sesampainya di rumah mantanku, dia malah bengong. aku bilang: ca.. anterin aku kerumah sakit sekarang ! aku butuh kamu... aku gak mau keluargaku tau kalau aku kecelakaan,, aku pinjam uang kamu dulu, setelah beres, aku akan ganti. dia malah bilang: "keluarga kamu harus tau.. ini masalah besar, aku gak bisa menanggungnya sendiri. berjam-jam aku nunggu keputusan dia, darah di kakiku semakin banyak, bahkan pahaku yang bolong dan sobek semakin besar, rasa sakit yang aku rasa juga makin gak karuan.
tiba-tiba muncul sanak saudaraku , ntah darimana dia tahu aku berada di rumah Mr X. beliau segera membawaku ke poliklinik terdekat. pihak poliklinik malah gak bisa mengatasiku. mereka memberi rujukan supaya aku segera dibawa kerumah sakit. segera... saat itu juga aku diboyong menggunakan taxi menuju rumah sakit. Ibuku datang, ia menagis.. sekaligus tak tahan melihat keadaanku saat itu yang teramat
menyedihkan.
Mr X (mantan pacar terindah) hehe dia selalu ada. aku masih ingat saat aku berada di ruang operasi, dan
hanya dibius lokal,jahitan demi jahitan menembus daging dan kulitku, jarum suntik yang berisi biusan, masih terasa sakit, karena hanya biusan lokal, alias gak dibius total. aku lihat diluar pintu operasi Mr X masih setia menunggu. sejak saat itu aku kagum sama dia, beberapa bulan setelah kejadian itu, kami jadian. walaupun kisah cinta kami hanya 3 minggu, tapi aku akan terus mengingat dia sebagai mantan terindah....:D
setelah remind beberapa tahun lalu, sekarang yang harus aku hadapi adalah tantangan di masa depan. oke Mah... Pah.. aku sayang kalian, aku gak bakalan mengecewakan kalian. kalian sudah banting tulang dalam membiayai kuliahku.aku akan lulus dan menjadi sarjana. setelah aku lulus, aku akan kerja, dan setelah kerja, baru aku akan memikirkan nikah.
oke aku puji mereka yang berani mengambil komitmen menikah muda, berati mereka siap dengan konsekuensi yang mereka akan hadapi. tapi aku sungguh tidak siap untuk nikah muda, karena aku butuh planning , perencanaan untuk hidupku kelak dan untuk masa depan anak-anaku nanti. sekarang mungkin aku belum menemuka belahan jiwa, tapi nanti aku yakin Allah SWT akan memberikan jodoh yang terbaik untukku. amiiiiin darimanapun asal negaranya, apapun bahasanya, aku harap dia akan jadi cinta pertama dan cinta terakhir untukku  :D

Desert Chocolate

Bahan-bahan:

1. Terigu
2. Cokelat yg sudah di lelehkan
3. Gula halus
4. Gula putih (sugar)
5. telur (egg)
6. kacang kenari (peanut)
7. garam (salt)
cara membuat:
kocok kuning telur, tambahkan sedikit garam,and add sugar. kocok putih telur sampai berbusa and tambahkan gula putih. masukan cokelat yang sudah leleh ke dalam kuning telur, lalu masukkan putih telurkedalam coklat yang sudah ada kuning telurnya. sisakan adonan putih telur yang ada dalam wadah. and jika adonan sudah tercampur,maka masukan adonan kedalam sisa putih telur. finishing lalu oven ... lets to eat :D