Sabtu, 11 Oktober 2014

Surga Kecil itu Ada dibawah Telapak Kaki Ibu



engkau mengurusku sejak aku lahir hingga berumur 24  di tahun 2014 ini
engkau tak pernah lelah
engkau tak pernah mengeluh, ibu……
betapa besarnya kasih sayangmu
betapa besarnya perhatianmu
harus bagaimana agar ku bisa membalas jasa-jasamu?
you are my everything. I love you somuch from I born…. till I die
love you mom

Kamis, 17 Juli 2014

Mitos Tanah yang Dijanjikan Untuk Bani Israil



Bani Israil secara spesifik adalah suatu kaum, ras yang sekarang dikenal menghuni negara Israel. Sekalipun keturunan bani israil/yahudi sebenarnya telah tersebar di setiap penjuru dunia. Mengapa istilah tentang bani Israil ini sangat banyak diungkapkan oleh Al-Qur’an? Adakah pelajaran yang dapat kita ambil?
Al-Qur’an tidak menggunakan kata-kata Bani Ya’qub untuk menyandingkan kaum Yahudi dan Nasrani. Akan tetapi Al-Qur’an menggunakan istilah Bani Israil. Kata Israil sendiri memiliki makna “hamba Allah” atau “manusia pilihan”. Seakan Allah hendak memanggil mereka dengan kata-kata “Bani Abdullah” atau “Bani Shafwatullah”, yang keduanya mengandung peringatan agar mereka meniru nenek moyang mereka yang saleh (lihat: The Unity of Al-Qur’an, Amir Faishol Fath). Sekalipun dalam kenyataannya, Bani Israil adalah kaum yang sering melanggar perintah dan janji serta membuat pusing pimpinannya yakni Nabi Musa as.
Terminologi Bani Israil sangat banyak diungkapkan di dalam Al-Qur’an. Secara bahasa, isra’, asri’ seperti tercantum dalam surat Al-Isra ayat 1:

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan (asra’) hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidilharam ke Al-Masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. 17:1)
Dari ayat di atas, istilah isra’ berarti memperjalankan di malam hari. Jadi secara bahasa, bani israil adalah kumpulan orang, bangsa (bani) yang sedang “diperjalankan” di malam hari. Bani israil dalam sejarahnya adalah umat Nabi Musa as. yang berada dalam ketertindasan oleh kekuasaan Fir’aun (pharaoh). Terbukti dengan deklarasi kekuasaan Fir’aun kepada rakyat Mesir: ‘Akulah Tuhanmu (Rabb) Yang Tertinggi’ (Q.S. 79:24).

Mari kita lihat sejenak perjalanan Bani Israil melalui beberapa pembabakan zaman. Pertama, zaman exodus, yakni pengejaran dan penindasan yang dilakukan oleh Fir’aun. Kedua, zaman mesada, yakni penindasan dan pembantaian di bukit Romawi oleh Imperium Romawi. Ketiga, zaman diaspora, yakni masa perantauan ke tanah Kan’an dan menyebar di segala penjuru dunia. Keempat, holocaust, masa-masa fasis dan hitler-isme.

Hingga akhirnya sampailah pada gagasan tentang sebuah kedaulatan Yahudi (konferensi di Basel, 1897) dalam bentuk Negara Israel. Cita-cita pendirian Negara ini pun didasari atas semangat zionis untuk menguasai dunia atau bahkan lebih tepatnya memperalat dengan segala rekayasanya.
Yahudi/Bani Israil hanya karena tujuan yang sifatnya duniawi ternyata mampu membangun sebuah konspirasi yang mengerikan (lihat : Holocaust Industry, Norman Finkelstein). Mereka mampu merekayasa dan mengarahkan rasa takut yang ada pada manusia sehingga jauh dari konsep Tauhid. Orientasi hidup manusia pun menjadi dunia (materi) lewat sistem yahudi yang sudah didesain hampir seabad lampau. Padahal dalam sejarahnya, bani Israil adalah bangsa yang selalu terusir. Akan tetapi kini nampaknya ide mereka begitu kuat tertancap di jantung-jantung dunia Islam.
Benarlah hadits yang diucapkan Rasulullah jauh-jauh hari: “Hampir-hampir ummat-ummat (di luar kalian) mengerumuni kalian sebagaimana orang-orang yang makan mengerumuni hidangannya. Ada yang bertanya kepada Nabi, “Apakah disebabkan jumlah kita sedikit pada saat itu?”. Rasulullah saw. menjawab, “Bahkan kalian pada hari itu jumlahnya banyak, akan tetapi hanyalah buih, seperti buih yang dibawa air banjir. Dan sungguh Allah akan mencabut dari dada musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan Allah akan lemparkan ke dalam hati kalian “al-wahn”. Seseorang bertanya lagi, “Wahai Rasulullah apakah al-wahn itu?”. Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati”. (H.R. Abu Daud)

Dan sabda Nabi kembali: Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, “Siapa ‘mereka’ yang baginda maksudkan itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani.” (H.R. Bukhari)

Dengan arahan-arahan yang dibuat-buat dan direkayasa oleh Yahudi dan antek-anteknya inilah yang menyebabkan umat hari ini seperti kehilangan gairah. Bebal pemikirannya dan sulit diajak berjuang. Pemahaman Islam pun luntur, orang-orang jauh dari ajaran agamanya sendiri. Sungguh pemandangan yang menyakitkan hati. Hanya dengan rasa takut umat Islam kepada Allah-lah yang dapat menjaga kita dari pengaruh isme-isme “Bani Israil”. Wallahu’alam.
PROF. Roger Garaudy, seorang ilmuwan Perancis, menyatakan bahwa isu “tanah yang dijanjikan” versi Israel tersebut merupakan mitos. Sehingga, yang sebenarnya terjadi adalah “tanah yang ditaklukkan” (the conquered land), bukan ”tanah yang dijanjikan” (the promised land).

Ia memberikan bukti-bukti konkrit yang mendukung pernyataannya tersebut dengan mengacu pada literatur-literatur Yahudi dan Nasrani. Dengan demikian, isu “tanah yang dijanjikan” yang digunakan oleh Israel sebagai dalih pendudukan atas Palestina sebenarnya bukan merupakan ajaran Taurat, bukan pula ajaran Injil.
Dan memang kenyataannya kaum Zionis tidak berpedoman pada Taurat. Mereka lebih berpegang pada kitab suci lain yang bernama Talmud, atau yang kemudian dikenal juga dengan sebutan Shulhan Arukh, yaitu kitab yang ditulis oleh seorang Rabi Yahudi yang bernama Joseph Ben Ephraim Caro di abad ke-16 M. Kitab Talmud ini mengajarkan pandangan-pandangan yang buruk, di antaranya adalah:

Kaum Yahudi adalah kaum pilihan Tuhan. Selain kaum Yahudi adalah binatang dan pagan (penyembah berhala).
Sekarang kalau pun bangsa Yahudi mengklaim bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan, lalu mereka masuk dan membunuh siapa saja yang ada di sana, maka bukan waktunya. Sebab yang ada di sana hanyalah umat Islam yang telah Allah SWT ridhai dan telah bermukim di sana lebih dari 1.400 tahun dengan tenang dan damai.

Umat Islam tidak pernah memusuhi bangsa Yahudi, kecuali bila Yahudi itu sendiri yang bikin gara-gara. Sebab ciri khas bangsa itu memang berkhianat atas perjanjian yang telah mereka buat. Piagam Madinah yang telah mereka sepakati, tiba-tiba secara sepihak dilanggar. Kalau mereka sampai diusir ke luar Madinah, semua adalah kesalahan mereka sendiri.

Tetapi selama mereka baik-baik saja dengan masyarakat dan penguasa muslim, mereka mendapat jaminan atashak-haknya sebagai kafir zimmi. Dan selama ini, bangsa Yahudi diperlakukan baik-baik saja di Palestina oleh umat Islam.

Kamis, 10 Juli 2014

Pandangan Ahlussunnah wal Jama’ah

Husain Radhiyallahu ‘anhuma terbunuh dalam keadaan terzhalimi dan mati syahid.
 Husain Radhiyallahu ‘anhuma bukanlah pemberontak. Sebab, kedatangannya ke Irak bukan untuk memberontak. Seandainya mau memberontak, beliau Radhiyallahu ‘anhuma bisa mengerahkan penduduk Mekah dan sekitarnya yang sangat menghormati dan menghargai beliau Radhiyallahu ‘anhuma. Karena, saat beliau Radhiyallahu ‘anhuma di Mekah, kewibaannya mengalahkan wibawa para Sahabat lain yang masih hidup pada masa itu di Mekkah. Beliau Radhiyallahu ‘anhuma seorang alim dan ahli ibadah. Para Sahabat sangat mencintai dan menghormatinya. Karena beliaulah Ahli Bait yang paling besar.

 Jadi Husain Radhiyallahu ‘anhuma sama sekali bukan pemberontak. Oleh karena itu, ketika dalam perjalanannya menuju Irak dan mendengar sepupunya Muslim bin ‘Aqîl dibunuh di Irak, beliau Radhiyallahu ‘anhuma berniat untuk kembali ke Mekkah. Akan tetapi, beliau Radhiyallahu ‘anhuma ditahan dan dipaksa oleh penduduk Irak untuk berhadapan dengan pasukan ‘Ubaidullah bin Ziyâd. Akhirnya, beliau Radhiyallahu ‘anhuma tewas terbunuh dalam keadaan terzhalimi dan mati syahid.

Selasa, 08 Juli 2014

Salahkah saya jika tidak suka dan tidak menginginkan faham komunisme?

Sejarawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Dr Aminuddin Kasdi, menemukan dokumen kecil berisi rencana pemberontakan PKI dengan target untuk mendirikan negara komunis di Indonesia.
 Jadi, pengakuan pihak tertentu bahwa ada skenario ABRI untuk melakukan penangkapan orang-orang PKI setelah Oktober atau ada pembantaian terencana oleh NU terhadap PKI, ternyata tidak didukung bukti historis.
  fakta yang sebenarnya justru ada dalam buku kecil atau buku saku tentang "ABC Revolusi" yang ditulis CC (Comite Central) PKI pada 1957 yang merinci tiga rencana revolusi atau pemberontakan oleh PKI untuk "target" mendirikan negara komunis di Indonesia.
sikap PKI memang menyakitkan, sehingga NU melakukan reaksi balik. "PKI melakukan provokasi dengan ludruk yang temanya menyakitkan, seperti matinya Tuhan, malaikat yang tidak menikah karena belum dikhitan dan banyak lagi,"
Kita jangan terpancing dengan sisa-sisa orang PKI di berbagai lini yang berusaha membangkitkan mimpi tentang negara komunis melalui media massa, buku-buku, dan semacamnya yang seolah-olah benar dengan bersumber testimoni. Ada sisa-sisa PKI bercokol di media massa," 

Senin, 07 Juli 2014

Iman itu...



Iman itu….

Iman itu ada di hati
Iman itu tak bisa ditukar
Iman itu tak bisa dijual beli
Iman melekat, dan tak bisa pergi


Lakum dinukum waliyadiin…. Untukmu agamamu, Untukku agamaku

Kamis, 26 Juni 2014

Chocolate, yes I Love that !

Setiap kali memakan coklat, pasti gak bakalan bosen. Entahlah... makanan yang satu ini begitu favorit.
Rasa manisnya yang khas membuat makanan yang satu ini "Very Special" banget di kehidupanku.
Selain manis dan enak, coklat juga banyak manfaatnya. Manfaat coklat untuk tubuh manusia sudah banyak diteliti oleh banyak ilmuwan.
Tentunya, membeli coklat jangan sembarangan.... ya Harus ada lebel Halal nya dong :) kalau kita gak hati-hati, bisa-bisa kita ketipu makan coklat yang ada minyak babinya. Ngeri juga kan... :(

Ada berbagai macam varian coklat. Mulai dari Dark Chocolate, Milk Chocolate, dll
Yang pasti, varian-varian coklat ini pas untuk dijadikan cemilan ketika bosan.

Milk Chocolate lebih enak... gampang lumer di lidah, terus sensasinya itu loohhh hhmmm uenaaakk.

Memang ada banyak coklat impor yang berasal dari luar negeri. Tapi jujur aja, aku lebih suka coklat yang diproduksi di dalam negeri... HHmmm Merk jangan disebutin ya, nanti disangka iklan hihihi 

Kamis, 12 Juni 2014

Apa itu cantik?



 Cantik, Beautiful, Mooi, Geulis, Guzel, atau apapun itu namanya… adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada kaum wanita.
Untuk zaman yang semakin modern seperti sekarang, terdapat ribuan cara agar wanita terlihat cantik. Tapi apakah ini dibolehkan menurut Fiqih?
Pernah saya mendengar bahwa Islam tidak membolehkan untuk merubah bentuk. Lalu apakah operasi pelastik dibolehkan? Boleh saja merawat dan memperindah asalkan tidak merubah bentuk, hal ini dikarenakan bentuk wajah atau badan yang kita punya adalah bentuk sempurna yang telah Tuhan berikan.

Ada satu fenomena yang membuat saya terheran-heran. Beberapa tahun yang lalu saya pernah membaca berita tentang gadis asal Inggris yang bunuh diri karena “terlalu cantik”. Gadis ini dinilai teman-temannya berbahaya karena menjadi saingan terberat teman-temannya. Alhasil gadis ini di bully terus-menerus sampai dia lelah hidup dan mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Lalu ada pula seorang karyawan yang dipecat karena dia terlalu cantik. Keberadaannya di kantor dinilai dapat mengganggu konsentrasi karyawan lainnya. Alhasil dia kemudian jadi pengangguran.
AAAAHH. Sungguh menjadi cantik tak selamanya bahagia. benar kata pepatah, “karena cantik itu luka”. Pesan untuk saudara-saudaraku, kawan-kawanku, teman-teman baikku, jagalah kecantikan yang telah diberikan Tuhan. Apapun yang terjadi dan apapun yang dikatakan orang tentangmu, jadikan itu sebagai acuan agar bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Hidup ini singkat, maka perjuangkanlah mimpi-mimpimu yang belum terwujud. Buktikan pada orangtua bahwa kita mampu menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang banyak. 

Soal urusan jodoh, jangan kuatir karena jodoh telah dituliskan Tuhan di Lauhul Mahfudz. Percayalah Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, begitu pula sebaliknya. Maka berdoalah terus agar kita dipertemukan dengan jodoh yang kita inginkan. Disela-sela penantian, perbaikilah diri agar ketika kita bertemu dengan jodoh kita nanti, kita dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan dan situasi yang baru.

Minggu, 27 April 2014

Aku menyebutnya, “Desa”



Ada dua kategori yang membedakan sebuah wilayah, yaitu desa dan kota.
ketika aku berkunjung ke beberapa kota metropolitan, yang terasa adalah macet, berisik, panas, dan penuh dengan hiruk pikuk manusia.
beda ketika aku mengunjungi sebuah desa. yang terasa adalah damai, sejuk, udara yang masih asri, dan pemandangan yang hijau memukau mata.
kota dan desa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. walapun kota terasa macet, berisik, panas dan penuh dengan hiruk pikuk manusia akan tetapi kota bisa dikatakan sebagai salah satu jalan keluar masyarakat untuk mencari nafkah. akan tetapi pergaulan di kota pun harus diwaspadai, terlebih dengan maraknya pergaulan bebas, dan hedonisme yang menjadi peluang kaum borjuis untuk beradu gengsi.
beda hal nya dengan desa. walapun desa terasa biasa-biasa saja, akan tetapi di desa lah aku menemukan ketenangan. di desa lah aku menemukan kejujuran, dan di desa lah aku merasa dekat dengan alam.

whatever, I Love Village