Minggu, 26 Februari 2012

Soal Piramida di Indonesia, butuh penelitian Geologis


Profesor Stephen Oppenheimer begitu sohor di Asia Tenggara setelah menerbitkan buku berjudul “Eden in The East: Benua yang Tenggelam di Asia Tenggara”. Buku itu terbit pada tahun 1998. Buku ilmiah  itu diramu dari pengalamannya menjadi dokter di sejumlah negara di Pasifik dan Asia Tenggara.

Dia menjadi dokter di kawasan itu antara tahun 1973 hingga 1990-an. Pengalaman menjadi dokter bertahun-tahun itu diramu dengan  temuan genetika, geologi, arkeologi, sejarah, bahasa dan kelautan, maka lahirlah buku tadi.

Dalam buku itu Oppenheimer menulis tentang benua yang hilang di Asia Tenggara, sebuah dataran yang dua kali lebih luas dari India masa kini. Dataran itu dulu menyatukan Pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatera dengan daratan Asia.

Setidaknya--- begitu ia menulis dalam buku itu --tiga kali “banjir besar” menenggelamkan sebagian besar daratan itu, yang menurut Oppenheimer membuat rakyat berpencar ke berbagai penjuru terutama Pasifik.  Sepanjang karirnya sebagai dokter, Oppenheimer  pernah bertugas  di Malaysia, Papua Nugini, Hong Kong, Nepal dan Kenya.

Banjir besar terakhir itu, kata Oppenheimer yang juga menjadi konsultan acara “The Incredible Human Journey” di BBC itu, terjadi pada 8.000 tahun yang lalu.

Cerita  Oppenheimer ini disebut sejumlah kalangan nyambung dengan cerita Atlantis yang hilang, meski dosen di School of Anthropology Universitas Oxford ini menghindar jika kesimpulannya itu dikaitkan dengan mitos itu.

Penjelasan Oppenheimer ramai diperbincangkan belakangan ini di tengah  Tim Katastrofi Purba yang dibentuk Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi Arief  melakukan penelitian  pada sejumlah tempat yang diduga bersejarah, yang  menguatkan dugaan  adanya bencana besar yang membuat sejumlah peradaban tertimbun.
Tim juga menemukan indikasi bangunan kuno yang berdasarkan uji karbon atas arang yang ditemukan di dekatnya mendekati usia 6.700 tahun yang lalu.
Yang paling penting dari soal piramida ini adalah memastikan apakah temuan itu sebuah monumen atau sebuah struktur geologi.  Dulu ada orang  yang menemukan sebuah bangunan di bawah air di Yonaguni Jepang. Setelah ditelitii ternyata itu bukanlah monumen, melainkan sebuah struktur geologi.
Sebuah formasi bebatuan, namun mungkin ada modifikasi di atasnya. Yonaguni adalah sebuah contoh, dari sebuah struktur geologis, yang terlihat seperti monumen tapi bukan monumen.
[Yonaguni adalah sebuah kawasan paling selatan Jepang yang bersisian dengan perairan Taiwan. Tahun 1998, penyelam menemukan struktur bebatuan yang terlihat tertatah rapi di dasar laut.]
Di Indonesia Anda melihat hewan peliharaan bernama sapi. Dahulu kala, sapi itu didomestikasi di Banteng. Itu sudah dulu sekali. Ayam yang kami punyai di Barat, juga didomestikasi di sini. Usia domestikasi ayam 16.000 tahun lampau. Juga babi dan anjing , semuanya didomestikasi di semenanjung Melayu.
Kerbau juga didomestikasi di sini. Gambarnya muncul di relief di Mesopotamia tiga ribu tahun sebelum Masehi. Jadi jelas bahwa hewan peliharaan datang dari Asia Tenggara ke peradaban Barat. Itu bukti gambar. Tanah air kerbau rawa itu adalah di sini,  tapi muncul 4.500 tahun yang lalu di Mesopotamia.
Bukti lain adalah orang berlayar. Jika melihat genetika manusia,  maka Anda akan melihat bahwa karena kenaikan permukaan air laut maka orang keluar, berpencar ke Malaka, Nusa Tenggara dan Sulawesi. Mereka pasti pergi dengan naik perahu. Pada tahap pertama, mereka pergi ke tempat terdekat seperti Sulawesi, Lombok, Sumba dan Filipina.

Dulu Bali terkoneksi dengan Jawa. Bali adalah  bagian dari daratan utama (Sundaland). Lombok adalah pulau pertama sebelum kenaikan muka air laut.
Jika Anda mencari bukti dalam dunia pelayaran, maka Anda akan mendapat bukti penangkapan ikan di Timor. Di sana ada alat pemancingan ikan dari 10 ribu tahun lampau.  Ada juga alat dari kerang.  Alat dari kerang yang ditemukan di timur Indonesia itu, sangat mirip dengan yang saya temukan di Pasific. Sangat tua.
Elemen zaman batu muda (neolitik) adalah domestikasi, keramik dan pelayaran. Ingat, pertanian bukan satu-satunya bentuk domestikasi. Yang telah didomestikasi di Indonesia adalah umbi-umbian seperti talas dan ketela. Dan Papua adalah pisang.  Pisang pertama di dunia datang dari Papua dan usianya 10 ribu tahun.
Bagaimana dengan padi? Saya pernah baca DNA beras datang dari India?
Cerita genetika padi  sangat rumit. Mari mulai dengan penanggalan arkeologis, lebih mudah. Lalu baru balik ke genetika. Padi tertua yang ditemukan di Sarawak, Kalimantan. Padi ditemukan di pot yang retak. Di dalamnya ditemukan butiran padi  dan kapur. Ilmuwan lalu menggunakan karbon dari padi  itu untuk mengetahui penanggalannya. Dan angkanya 5.200 tahun lalu.
Namun beras ini datang dari semenanjung Melayu dan agak terlokalisir di utara Kalimantan. Di timur Indonesia, padi tak ada sampai 2000 tahun lalu. Jadi agak baru. Jawa juga relatif terlambat, namun saya lupa angka pastinya.
Jadi, apa yang dimakan nenek moyang kami?
Umbi-umbian seperti talas dan sagu. Sagu ini cukup penting karena tumbuh liar. Di Mentawai, di pulau lepas pantai Sumatera Barat, mereka memanen sagu. Sagu juga penting di Papua. Satu-satunya umbi-umbian yang tidak dari sini adalah ubi jalar. Dia dari Amerika. Selain itu, semuanya didomestikasi di sini.  Juga ada pisang, kacang kenari dan kelapa yang didomestikasi di sini.
Kembali ke sagu, ada sebuah riset mengenai Kerajaan Sriwijaya bahwa rahasia kebesarannya salah satunya sagu. Mereka tak harus menanamnya, cukup tebang, biarkan seminggu lalu Anda akan dapatkan sagu. Bagaimana dengan itu?
Teknologi untuk sagu ini sangat tua. Anda menemukannya di seluruh Papua dan Pasifik juga. Tidak harus ditanam. Dengan sagu, orang-orang bisa berdiam di satu tempat. Mereka tidak harus berpindah-pindah seperti pemburu dan peramu. Di daerah rawa, Anda akan dapat banyak sagu.
Orang-orang Polinesia tidak menanam padi. Mereka makan sagu, talas, dan ketela. Namun produk mereka ini datang dari sini.
Sebuah monumen adalah sebuah peradaban. Karena Anda harus memiliki peradaban untuk membangun monumen. Namun Anda tidak harus memiliki monumen untuk membuktikan peradaban di masa neolitik.
Monumen adalah puncak, produk final dari peradaban. Akar dari peradaban adalah bagaimana memberi makan rakyat dan bagaimana menyelamatkan diri. Berlayar adalah keterampilan neolitik, bukan keterampilan masa berburu dan meramu.
Berlayar adalah bukti dari kegiatan neolitik. Menangkap ikan dengan alat-alat kompleks adalah bukti peradaban. Tanpa pasokan makanan besar-besaran, Anda tak bisa memberi makan populasi yang membangun kota atau monumen.
Umumnya ekspansi populasi terjadi ketika banjir terjadi, terkonsentrasi di Sulawesi, kampung halaman orang Bugis. Tidak hanya Bugis, tapi juga orang Bajo atau Orang Laut
Ketika Oppenheimer menulis buku ini, Ia menawarkan “Hipotesis Dua Kereta.” Ada arus migrasi yang terjadi beribu tahun lampau, yang terjadi jauh sebelum angka yang diteorikan antropolog Australia, Peter Bellwood. Bellwood menyebut 3.500 tahun yang lalu, tapi ada yang jauh lebih lampau lagi.
Bellwood berteori bahwa orang-orang datang dari Taiwan, menyebar di Indonesia dan Filipina dan membunuh semua orang di daerah itu. Saya membantah teori itu.  Sebab yang terjadi sesungguhnya adalah sebaliknya. Orang-orang Taiwan berasal dari sini.
Dalam hipotesis Oppenheimer , ada dua migrasi. Migrasi pertama 6.000 tahun yang lalu. Ia berargumen mereka mengkoloni sebagian Papua Nugini, Kepulauan Bismarck dan Kepulauan Admiralty. Mereka berdagang bebatuan obsidian dari sana ke Sabah. Maksudnya, dari 6.000 tahun lalu, orang menetap di sini, (Oppenheimer menunjuk peta kepulauan Bismarck), dan lalu terjadi pertukaran teknologi.
Apakah mereka dari Maluku?
Iya. Bahkan lebih ke barat; Kalimantan dan Sulawesi. Namun tidak lebih jauh lagi.
Kemudian ada arus orang datang lagi. Lebih sedikit dari yang pertama. Namun dengan teknologi berlayar yang maju sekitar 3.500 tahun lalu. Teknologi baru ini mendorong pergerakan ke seluruh Pasifik. Jadi, ada kereta lambat dan kereta cepat yang umumnya memakai teknologi. Sedikit yang bawa genetika namun banyak bawa teknologi.

Dan pusat penyebaran ke Polinesia ini di Pulau Bismarck. Hal ini dijelaskan dalam makalah baru yang akan diterbitkan. Ada makalah baru di sini .
(Oppenheimer menunjuk daftar pustaka bukunya yang merujuk pada makalah yang ditulisnya bersama P Soares, J Trejaut, Catherine Hill, Maru Mormina, dan lain-lain di tahun 2008 berjudul“Climate Change and post-glacial human dispersal in southeast Asia” dalam Jurnal Molecular Biology and Evolution).
Kami memberi penanggalan atas penanda genetika yang menyebar di Pasifik, yang berasal dari kawasan Bismarck ini dan nenek moyangnya berasal dari 8.000 tahun lalu saat banjir terakhir. Ini jelas cocok dengan banjir terakhir. Jadi, kami melihat bahwa ada kereta lambat yang datang 8.000 tahun lalu dan tiba-tiba berkembang di seluruh Pasifik.
Mengenai pengembangan teknologi ini, coba lihat kata-kata yang terkait pelayaran, hampir semuanya datang dari Indonesia, bukan dari Taiwan. Perahu, Anda tak menemukannya di Taiwan. Jadi, pelaut sebenarnya datang dari kawasan Indonesia ini. Ini sudah diketahui dari dulu, namun tak diacuhkan.
Anda juga mengatakan, beberapa teknologi dibawa ke Barat dari sini. Bagaimana dengan genetika?
Itu sulit. Ada populasi yang sangat besar di Barat. Namun ada pergerakan teknologi, ayam dan babi. Kerbau pergi ke Mesopotamia. Gambar kerbau tiba di Mesopotamia pada milenium ketiga sebelum Masehi. Itu bukti gambar bahwa mereka datang dari sini ke Mesopotamia.
Juga ada cerita terstruktur mengenai banjir. Dalam catatan Sumeria, ada catatan mengenai banjir. Mereka mencatat banjir yang terakhir 8.000 tahun lalu.
Bagaimana dengan teknologi bangunan seperti piramida?
Itu jika Anda menemukan piramida di sini. Masalahnya adalah bahwa piramida itu adalah struktur sederhana. Arkeolog akan berargumen bahwa bisa saja piramida itu ada, sebab itu struktur sederhana.
Banyak orang berkata Atlantis di sini, namun arkeolog akan berkata, “terus bagaimana?” Karena itu juga struktur sederhana. Jika Anda mengunjungi candi di Jawa, naiki saja, dan dia bisa seperti piramida. Namun jika benar ada piramida di sini yang lebih tua dari yang ada di Mesir, tentu sangat signifikan.
Karena itu saya harus hati-hati, karena Anda bisa menghabiskan waktu untuk memburunya. Dan jika ternyata itu adalah  gunung, jelas Anda akan mendapat malu.
Di Indonesia, ada dua genetika utama, Austronesia dan Melanesia. Mengapa mereka sangat berbeda?
Austronesia adalah keluarga bahasa. Anda salah menyatakan bahasa untuk rasa. Austronesia sebuah keluarga bahasa yang menyebar sampai ke Pasifik. Bahasa tidak setara dengan ras. Saya ambil contoh, Orang Prancis berbicara seperti bahasa yang mirip Bahasa Latin hari ini. Namun 2.000 tahun lalu, mereka berbicara dengan bahasa yang mirip Bahasa Celtic.
Orang Prancis mengubah bahasa mereka di masa Imperium Romawi. Ini seperti Singapura, mereka menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa umum. Lihat, bahasa tidak setara dengan ras, tidak setara dengan arus genetika.
Jika Anda melihat orang Papua Nugini, mereka yang tinggal di pesisir, berbicara bahasa Austronesia. Namun mereka sangat hitam dan berambut keriting. Jadi, bahasa tidak setara dengan ras. Bahasa bukan bukti dari penyebaran orang dari Taiwan.
Pertanyaan lain, lupakan bahasa, di Papua Nugini sendiri terdapat empat keluarga bahasa.
Apakah itu berarti orang Papua Nugini sangat tua secara genetis?
Ya, mereka sangat tua. Penemuan arkeologi terakhir 45 ribu tahun dan seharusnya lebih tua lagi. Di Australia, tahun perkiraannya 60.000 tahun yang lalu. Katakanlah, orang datang dari Afrika ke sini 70.000 tahun yang lalu, setelah letusan Gunung Toba; lihat mereka sangat cepat sampai ke Papua Nugini dan Australia.
Jika melihat genetika di Papua Nugini dan Australia, terlihat mereka di koloni pada masa yang hampir bersamaan. Dan sepanjang masa mencapai Australia dan Nugini, 60.000 tahun lalu, orang harus menyeberang lautan untuk mencapainya.
Bagaimana mereka melakukannya?
Dengan kapal atau rakit. Beberapa orang mengatakan mungkin saja dengan mengapung tak sengaja. Namun itu hanya satu orang, akan sangat beruntung jika dua orang. Namun buktinya, bukti kolonisasi di Australia dilakukan banyak orang dari garis keturunan berbeda-beda. Ini memang tak mudah namun bukan tak mungkin dengan rakit.
Jangan lupa, ada Kepulauan Solomon di Pasifik. Mereka sampai di sana 30.000 tahun yang lalu. Mereka sudah berlayar, berkano, lebih dari ratusan mil.
Garis di sini, yang memisahkan Bali dan Lombok, Sulawesi dan Kalimantan—garis Wallace, telah menjebak orang di sini (Papua Nugini) dalam isolasi relatif. Anda tahu maksudnya relatif? Sebagian. Jika Anda bisa mencapai Indonesia timur, Anda bisa ke sana lagi. Garis Wallace ini seperti penghalang, seperti filter.
Jadi, orang-orang di sini (Papua Nugini dan Australia), relatif tidak tercampur. Mereka hampir seperti pendatang pertama.  Orang-orang Nugini terlihat seperti orang Afrika.
Lalu apa yang menyebabkan perbedaan tampilan?
Jika Anda melihat perubahan pada orang-orang non-Afrika, ada perubahan namun tidak besar. Beberapa di antaranya hanya mengalami perubahan yang sangat kecil. Saya beri contoh orang Eropa yang berkulit pucat.
Alasan berkulit pucat karena mutasi tunggal pada enzim yang bertanggung jawab membuat kulit gelap. Mutasi ini mengganggu produksi melanin pada orang Eropa. Mereka tinggal di utara dan cuaca kerap hampir tanpa matahari, sementara vitamin D diproduksi dengan bantuan matahari.
Jika orang-orang Eropa tak berkulit pucat, mereka bisa kekurangan vitamin D. Jadi mutasi adalah adaptasi terhadap kehidupan di utara.
Orang-orang China punya mutasi yang berbeda lagi sehingga membuat mereka memiliki kulit pucat namun rambut tidak menjadi pirang. Mereka beradaptasi dengan cara yang sama dengan orang yang tinggal di utara. Bahkan di India, Anda bisa melihat orang di utara India yang memiliki kulit lebih pucat.

ALHambra, Peninggalan Islam di Spanyol




Islam di awal perkembangannya merambah hingga ke Afrika dan Eropa, termasuk sebagian besar Semenanjung Iberia yang kini dikenal sebagai wilayah Portugal dan Spanyol pada awal Abad VIII. Anda yang ingin menyaksikan sisa-sisa kejayaan Islam di Spanyol bisa mengunjungi sekumpulan bangunan megah bernama Alhambra di pinggir kota Granada, Spanyol. Hitung-hitung wisata ziarah bernuansa ibadah.

Alhambra berasal dari bahasa Arab yang berarti Istana Merah. Kumpulan bangunan megah itu disebut demikian karena nuansa warna yang ditimbulkan tembok-temboknya yang mengitari Bukit La Sabica. Bila ditimpa cahaya bintang di malam hari, Alhambra berwarna merah keperakan. Namun bila bermandikan cahaya matahari menjadi merah keemasan.

Alhambra terdiri dari benteng, istana, sekaligus sebuah kota kecil. Mulai dibangun pada Abad XIII oleh Mohammed ibn Yusuf ben Nasr yang dikenal sebagai Alhamar, pendiri Dinasti Nasrid, kesultanan Islam terakhir yang memerintah di Semenanjung Iberia hingga menjelang Abad XIV. Sesuai dengan budaya dan kesenian Islam, arsitektur Alhambra tak menunjukkan satu pun representasi makhluk hidup. Yang ada cuma corak-corak geometris dengan pola yang dikagumi banyak pakar matematika.

Sejak awal menjadi benteng dan istana, Alhambra berubah fungsi menjadi gedung pengadilan Kristen pada 1492 sejak Kerajaan Katolik yang dipimpin Raja Ferdinand V dan Ratu Isabella menguasai kawasan ini. Pada 1870, Alhambra dinyatakan sebagai Monumen Nasional Spanyol. Hingga hari ini, Alhambra menjadi lokasi wisata bagi pecinta seni dan sejarah.

Cara Membuat Roti Tortila


Lagi… mencoba untuk berkreasi dengan masakan baru… huhuhu
Sekarang kepikiran pengen bikin Roti Tortila.  Langsung aja bikin deh..
Bahan-bahannya:
·         Tepung Terigu
·         Air
·         Minyak Goreng
·         Sedikit Gula
·         Garam
Campur semua bahan, terus panggang dalam wajan. Supaya Roti Tortila gampang dilipat, masukan dalam kantong plastik transparan, terus diputer & dikocok.
                           

Kamis, 23 Februari 2012

Cake Nanas


Tiba-tiba aja pengen bikin Cake Nanas.. kepikiran terus n nyoba buat bikin.
Bagi yang ingin membuat cake nanas juga,, ini ada bahan-bahannya…. Silahkan disimak J

·         4 Butir Telur
·         Gula Pasir
·         Vanili
·         Baking powder 4 sdt
·         Terigu
·         Susu Cair
·         Mentega Leleh
·         Nanas di potong

Untuk Topingnya:
·         2 cup susu cair
·         1 Cup gula pasir
·         3 sdm mentega
(lalu kocok & masukan ke susu cair dan tambah margarine
Wip Toping


Rabu, 15 Februari 2012

PEMIKIRAN MODERN ISLAM DI TURKI


Pemikiran dan pembaruan Islam di Turki pada periode Modern dipimpin oleh banyak tokoh pemikir, antara lain Sultan Mahmud II, tokoh-tokoh Tanzimat, tokoh-tokoh pemikir Usmani mida, para pemikir Turki muda, tokoh-tokoh aliran Barat-Islam-Nasionalis dan Mustafa Kemal.

SULTAN MAHMUD II (1785-1839)
Sebagaimana di Mesir, pembaruan pemikiran di kerajaan Usmani dipelopori oleh raja. Jika di Mesir oleh Muhammad Ali Pasya, maka di Turki oleh Sultan Mahmud II.
Setelah kekuasaannya sebagai pemegang tampuk pimpinan Kerajaan Usmani bertambah kuat, Sultan Mahmud II merasa telah tiba saatnya untuk memulai usaha pembaruan yang memang telah lama ada di dalam pikirannya. Hal pertama yang menarik perhatiannya ialah pembaruan di bidang militer. Pasukan khusus Janissary yang di masa lalu menjadi tulang punggung kekuatan militer Usmani mulai lemah. Janissary banyak mengalami kekalahan.
Sultan Mahmud II melihat Janissary tidak lagi dapat diandalkan. Bahkan Janissary dianggap menghambat pembaruan di bidang militer. Karena itu pada musim semi tahun 1826, Mahmud II membentuk korp tentara baru yang diberi nama Muallem Eshkinji (pengawal terlatih). Korp itu dilatih oleh pelatih yang dikirim Muhammad Ali Pasya dari Mesir.
Sultan Mahmud II dikenal sebagai sultan yang tidak mau terikat pada tradisi. Tradisi aristokrasi ia langgar, ia mengambil sikap demokratis, pakaian-pakaian resmi para pejabat ia ganti dengan pakaian sederhana. Kekuasaan luar biasa yang menurut tradisi dimiliki oleh penguasa Usmani, ia batasi.
Ia juga mengadakan pembaruan dalam pemerintahan Kerajaan Usmani. Menurut tradisi, kerajaan Usmani dikepalai oleh raja yang memiliki kekuasaan duniawi dengan gelar sultan dan kekuasaan rohani dengan gelar khalifah. Dengan demikian raja Usmani mempunyai dua kekuasaan, yaitu kekuasaan memerintah Negara serta kekuasaan menyiarkan dan membela Islam. Sultan bersifat absolute dan rakyat tidak memiliki hak suara. Rakyat tidak dapat meminta pertanggung jawaban dari sultan karena sultan hanya bertanggung jawab kepada Tuhan. Dalam melaksanakan kedua kekuasaan itu, sultan dibantu oleh sadrazam untuk urusan pemerntahan dan syekh islam untuk urusan keagamaan. Kedua pejabat itu hanya pelaksana dan juga tidak memiliki hak suara.
Kedudukan sadrazam dihapus oleh Sultan Mahmud II dan diganti dengan jabatan perdana menteri. Kekuasaan yudikatif yang pada mulanya di tangan sadrazam dipindahkan ke tangan syekh islam. Yang di tangan syekh Islam itu hanya hukum syariat, sedangkan hukum sekuler ada di tangan Dewan Perancang Hukum. Sultan Mahmud II adalah orang pertama di Kerajaan Usmani yang memisahkan urusan agama dengan urusan dunia.
Sultan Mahnud II juga membuat perubahan dalam bidang pendidikan. Di madrasah biasanya hanya diberikan pengetahuan agama. Untuk memberikan pengetahuan umum di madrasah masih diarasakan belum mungkin. Karena itu, di samping madrasah ia mendirikan sekolah umum yang disebut sekolah pengetahuan umum. Disekolah itu diajarkan bahasa Perancis di samping bahasa Arab serta pengetahuan umum lainnya. Ia juga mendirikan sekolah militer, sekolah teknik, sekolah kedokteran, dan sekolah pembedahan. Ia juga mengirimkan siswa-siswa untuk belajar ke Eropa.
Untuk menyebarkan ide pembaruannya, Sultan Maahmud II menerbitkan surat kabar. Takvim-I Vekayi yang terbit pertama kali pada tahun 1831. Pembaruan yang dilakukan oleh Sultan Mahmud II menjadi dasar bagi usaha pembaruan di Kerajaan Usmani sesudahnya.

·         TOKOH-TOKOH TANZIMAT
Pelanjut usaha pembaruan yang dilakukan Sultan Mahmud II dikenal dengan nama Tanzimat. Menurut P.M Holt (ahli Turki modern),, kita tidak mungkin dapat memahami ide-ide pembaruan di Usmani tanpa memahami gerakan Tanzimat. Pemuka utama Tanzimat adalah Mustafa Rasyid Pasya. Mustafa Sami,, dan Mehmed Sadik Rifat Pasya.
Mustafa Rasyid Pasya (1.800) sependapat dengan Mustafa Sami bahwa kemajuan Eropa disebabkan oleh keunggulan mereka dalam ilmu dan teknologi, toleransi beragama, kemampuan melepaskan diri dari ikatan agama, dan karena adanya pendidikan universal bagi pria dan wanita.
Ditambahkan oleh Mehmed Sadik Rifat Pasya (1.1807) bahwa kemajuan Barat disebabkan suasana damai dan hubungan baik antara Negara-negara di Eropa. Kemakmuran Negara bergantung pada kemakmuran rakyat, dan kemakmuran rakyat dapat dicapai dengan menghilangkan pemerintahan yang absolute. Menghilangkan pemerintahan yang absolute dapat dilakukan dengan cara membuat undang-undang. Sultan dan para pejabat nrgara harus tunduk pada undang-undang. Atas usahanya dan dukungan Mustafa Rasyid Pasya sebagai menteri luar negeri. Pada 1839 dikeluarkan piagam Gulhane yang menjadi dasar piagam pembaruan-pembaruan di kerajaan Usmani. Salah satunya adalah pembaruan di bidang hukum. Kodifikasi hukum dimulai dengan sumber hukum, syariat, dan hukum Barat. Pada 1847, didirikan mahkamah-mahkamah baru untuk pidana dan sipil.
Pembaruan di bidang pemerntahan diadakan dengan cara mengajak rakyat untuk berpendapat tentang soal-soal Negara dan administrasi. Pembaruan di bidang keuangan berupa pendirian Bank Usmani (1840). Pendidikan umum dilepaskan dari kekuasaan kaum ulama dan diserahkan kepada kementrian pendidikan yang dibentuk pada 1847.
Pada 1856, diumumkan piagam baru yaitu Hatt-I Humayun yang lebih banyak mengadung pembaruan terhadap kedudukan orang Eropa yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Usmani. Pembaruan lain dalam piagam ini ialah pengadaan anggaran belanja tahunan Negara, pembukaan bank asing, pemasukan modal Eropa ke kerajaan Usmani, undang-undang perdagangan, penghapusan hukum bunuh terhadap orang yang murtad dari Islam, dan pemasukan orang-orang non- Islam ke dalam Dewan Hukum.
Pembaruan setelah Piagam Humayun dipimpin oleh Ali Pasya (1815-1871) dan Fuad Pasya (1815-1869), keduanya adalah murid Mustafa Rasyid Pasya. Di bawah kepemimpinan mereka, diadakan penyempurnaan hukum pidana dan hukum maritime berdasarkan sumber hukum Perancis. Pada 1867, dikeluarkan undang-undang yang membolehkan orang asing memiliki tanah di Kerajaan Usmani. Dalam biang pendidikan, dibuka sekolah Galatasaray yang memberikan pendidikan umum dalam bahasa Perancis. Di sekolah itu siswa muslim dan non-muslim duduk berdampingan;suatu hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Pembaruan yang dilakukan Tanzimat tidak seluruhnya dihargai. Kritik yang diajukan ialah pembaruan itu mengandung paham sekularisme dan pemuka-pemukanya bersikap pro=Barat. Sikapp otoriter sultan dan para menteri dalam melaksanakan pembaruan juga mendapat kritik keras. Akan tetapi akhirnnya oposisi hilang, pemerintah bertambah absolute, sehingga hilanglah kebebasan berpikir dan bergerak. Pembaruan di Kerajaan Usmani pada zaman Tanzimat dapat dikatakan kurang berhasil.


TOKOH-TOKOH PEMIKIR USMANI MUDA
Zaman Tanzimat berakhir degan wafatnya Ali Pasya pada 1871. Sebagai perdana menteri, Ali pasya tidak menentang kekuasaan absolute Sultan Abdul Aziz, malah turut menindas pemikiran bebas. Golongan intelektual Kerajaan Usmani yang banyak menetang kekuasaan nama Usmani Muda.
Usmani muda berasal dari perkumpulan rahasia yang didirikan pada 1865 dengan tujuan mengubah pemerintahan absolute Kerajaan Usmani menjadi pemerintahan konstitusional. Setelah rahasia perkumpulan ini terbuka, maka pemuka-pemukanya lari dari Eropa pada 1867. Di sanalah gerakan mereka dikenal dengan nama Usmani muda. Tokoh pemikir Usmani muda yang dibicarakan berikut ialah Ziya Pasya dan Namik Kemal.
Salah satu pemuka Usmani muda adalah Ziya Pasya (1825-1880). Menurut pemikirannya, agar dapat digolongkan sebagai Negara maju, Kerajaan Usmani harus menganut pemerintahan yang konstitusional. Negara-negara Eropa maju karena di sana tidak ada lagi pemerintahan absolute, kecuali Rusia. Selanjutnya, ia menyebutkan bahwa dalam pemerintahan konstitusional itu harus ada Dewan Perwakilan Rakyat. Pihak istana justru takut akan dewan-dewan tersebut akan menghancurkan kekuasaan sultan.
Ziya Pasya berpendapat bahwa pembaruan di Turki tidak perlu meniru Barat dalam segala hal. Melainkan cukup mengambil yang diperlukan saja, yang berlawanan dengan ajaran Islam tidak usah diambil. Meurut pendapatnya, Islam bukan merupakan penghambat kemajuan.
Tokoh kedua ialah Namik Kemal (1840-1888). Pemikirannya banyak dipengaruhi  oleh Ibrahim Sinasi yang menerbitkan surat kabar Tasvir-I Efkar. Ketika Sinasi lari ke Paris pada 1865, pimpinan surat kabar ini dipegang oleh Namik Kemal.
Sebagaimana Ziya Pasya, Namik Kemal juga memiliki jiwa keislaman yang baik. Ia pun tidak menyetujui Barat dalam segala hal. Ide-ide barat ia terima dengan terlebih dahulu disesuaikan dengan ajarann Islam. Ide itu pulalah yang menyebabkannya menjadi pengeritik keras pembaruan Tanzimat.
Penyebab kemunduran kerajaan Usmani menurut pendapatnya ialah keadaan ekonomi dan politik yang tidak beres. Untuk menyelesaikan masalah ini, jalan pertama yang harus ditempuh adalah mengubah sistem pemerintahan absolute menjadi pemerintahan konstitusional. Kedaulatan harus berada di tangan rakyat. Piagam Gulhane dan Piagam Humayun sudah baik tetapi belum merupakan konstitusi yang memisahkan antara kekuasaan eksekutif, legislative, dan yudikatif. Yang dikehendakinya ialah pemerintahan demokrasi, dan menurut pendapat Namik Kemal, pemerintahan seperti itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sistem baiat yang terdapat dalam pemerintahan sistem kekhalifahan meurutnya mempunyai corak demokrasi.
Ide Namik Kemal yang lain ialah ide cinta tanah air. Tanah air yang ia maksud adalah seluruh wilayah Kerajaan Usmani. Ia juga meghendaki persatuan seluruh umat Islam di bawah pimpinan Kerajaan Usmani sebagai Negara Islam terbesar ketika itu. Persatuan yang dimaksud ialah pan-islamisme.
Tantangan terhadap ide konstitusi datang dari Abdul Hmid yang ingin mempertahankan hak-hak sultan dan dari syekh al-islam yang berpendapat bahwa Kerajaan Usmani belum matang untuk menerima sistem konstitusional.
Tidak mengherankan jika dalam situasi seperti itu yang tersusun bukanlah konstitusi yang bersifat demokratis melainkan semi-demokratis. Konstitusi semi-demokratis ini ditandatangani pada 23 Desember 1876. Dalam konstitusi itu disebutkan bahwa kedaulatan terletak di tangan sultan,, sultan itu suci, sultan berhak menangkap dan mengasingkan orang-orang yang dianggap berbahaya bagi Negara. Dengan tiga kekuasaan itu saja konstitusi justru memperkuat absolutism sultan. Konstitusi 1876 menunjukkan bahwa ide Usmani muda tentang perlunya konstitusi memang berhasil tetapi mereka gagal membatasi kekuasaan absolute sultan. Yang terjadi malah sebaliknya, kekuasaan absolute sultan membubarkan parlemen konstitusi pada 1878, tindakan itu diambil berdasarkan konstitusi. Ide konstitusi Usmani muda sebenarnya gagal.
PARA PEMIKIR TURKI MUDA
Para pemikir Turki Muda ialah Ahmad Riza (1859-1931), Pangeran Sabahuddin (1877-1948), dan Mehmed Murad (1853-1912).
Sekembalinya dari Perancis, Ahmad Riza bekerja di kementrian pertanian. Karena sensor begitu ketat, ia tidak dapat menyiarkan pemikirannya dalam surat kabar atau buku. Karena itu ia pergi lagi ke Perancis. Disana ia bekerja sama dengan para pemimpin.
Pemikiran yang sudah lebih dahulu lari ke Perancis. Di Paris ia menerbitkan surat kabar Mesveret.
Menurut Ahmad Riza, untuk menyelamatkan Kerajaan Usmani dari keruntuhan diperlukan pendidikan dan ilmu positif, bukan teologi dan metafisika. Pelaksanaan sistem pendidikan yang baik memerlukan pemerintahan konstitusional. Pemerintahan konstitusional tidaklah bertentangan dengan ajaran Islam, karena dalam Islam terdapat ajaran musyawarah.
Di Paris, Pangeran Sabahuddin dipengaruhi oleh teori-teori sosiologi. Problem yang dihadapi Kerajaan Usmani ia tinjau dari kaca mata sosiologi. Masyarakat Turki adalah masyarakat kolektif. Masyarakat kolektif sulit berubah, tidak percaya diri, karena itu tidak dapat berdiri sendiri, senantiasa bergantung kepada kelompoknya. Menurut pangeran sabahuddin, selama masyarakat TUrki masih bersifat kolektif, sultan akan tetap mempunyai kekuasaan absolute. Untuk mengubah keabsolutan itu senantiasa corak masyarakat masih kolektif. Ia menganjurkan diadakannya desentralisasi pemerintahan. Selanjutnya ia berpendapat bahwa jalan paling tepat untuk mengubah masyarakat kolektif menjadi masyarakat individualis adalah pendidikan. Sementara Ahmad Riza menerbitkan majalah Terekki, Sahabuddin juga menerbitkan majalah Mizan.
Mehmed Murad mencoba menasehati sultan untuk mengadakan perubahan sistem pemerintahan. Nasihatnya ditolak dan akhirnya is terpaksa lari ke Eropa. Sebagaimana tokoh-tokoh pemikir Islam lain, Murad juga berpendapat bahwa penyebab kemunduran kerajaan Usmani ialah kekuasaan sultan yang absolute. Karena sultan tidak setuju dengan adanya konstitusi, maka ia mengusulkan agar dibentuk badan pengawas yang bertugas menjaga agar undang-undang tidak dilanggar.
Mehmed Murad penganut ide pan-islamisme. Menurutnya, salah satu sebab kemunduran Usmani ialah renggangnya hubungan antara Istanbul dengan daerah-daerah lain yang dikuasai TUrki.
Di antara ketiga tokoh itu terdapat perbedaan pandangan politik, tetapi mereka sepakat untuk menggulingkan sultan Abdul Hamid. Keputusan ini diambil setelah dua kali konferensi di Eropa, yang terakhir pada tahun 1907.
Di tanah air, gerakan golongan militer dan komite-komite rahasia mulai meningkat. Yang terkenal di antara semua komite itu ialah Perkumpulan Persatuan dan Kemajuan. Pada 1908, Batalion II dan  III mulai memberontak. Tentara di Salonika, Monastiri, dan Anatolia turut memberontak. Dalam kondisi demikian, perkumpulan Persatuan dan Kemajuan muncul ke permukaan secara teranng-terangan. Kedudukan Turki Muda dalam pemerintahan memang tidak kuat. Kesempatan ini digunakan Sultan Abdul Hamid untuk mengembalikan kekuasaannya. Tetapi Enver Pasya dengan Batalion III masuk Istanbul dan merampas kekuasaan. Sultan Abdul Hamid jatuh pada 1909 dan digantikan oleh saudaranya Sultan Mehmed V.
Perkumpulan persatuan dan kemajuan memenangkan pemilihan umum pada 1912. Mereka menguasai parlemen. Setahun kemudian, golongan militer dari perkumpulan persatuan dan kemajuan menggantikan golongan politisi. Kekuasaan terletak di tangan tiga serangkai, Enver Pasya, Talat Pasya, dan Jamal Pasya.
Pemerintahan tiga serangkai merupakan pemerintahan militer yang ketat dan tidak mau menerima kritik. Partai-partai oposisi mereka bubarkan. Dalam Perang Dunia I mereka membawa Kerajaan Usmani menjadi sekutu Jerman. Kekuasaan mereka hancur bersamaan dengan kekalahan Jerman dalam prang itu. Perkumpulan persatuan dan kemajuan membubarkan diri, tokoh-tokohnya lari ke luar negeri.
TOKOH ALIRAN BARAT-ISLAM-NASIONALIS
Dari uraian terdahulu diketahui bahwa ada tiga aliran pemikiran modern di TUrki mengenai pembaruan. Kedua, aliran Islam yang mengatakan bahwa dasar pembaruan haruslah Islam. Ketiga, aliran nasionalis yang menghendaki nasionalisme TUrki sebagai dasar pembaruan.
Kesadaran nasionalisme Turki di kerajaan Usmani baru timbul pada abad ke-19. Pada mulanya, agamalah yang membedakan antara rakyat yang beraneka ragam kebangsaannya itu. Rakyat dikelompokkan menurut Agama, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi. Pada akhir abad ke-18, kesadaran nasionalisme mulai mempengaruhi bangsa-bangsa Eropa timur yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Usmani. Mereka mulai bergerak menuntut kemerdekaannya. Dari sini kesadaran akan adanya perbedaan bangsa dalam masyarakat Turki mulai timbul.
Usmani muda mencoba mempertahankan keutuhan Kerajaan Usmani dengan memunculkan ide Usmanisme. Memang banar, orang Barat di Eropa timur berbeda dengan orang TUrki dalam hal agama dan bangsa, tetapi keduanya adalah rakyat dari satu Negara. Ide Usmanisme tidak berhasil, diganti dengan ide Islamisme. Semua rakyat yang beragama Islam, keturunan Turki, Arab, dan lain-lain yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Usmani merupakan satu nasionalitas. Ide ini juga tidak dapat terwujud. Maka munculah pan-turanisme atau pan-turkisme. Semua orang TUrki, baik yang berada di bawah kekuasaan Rusia di Kazan, Krimea, dan Azerbaijan, merupakan satu bangsa. Ide ini pun gagal mencapai tujuannya. Mak timbulah ide Nasionalisme Turkki. Orang0orang TUrki yang berada di Kerajaan Usmani merupakan satu nasionalitas. Ide Nasionalisme ini sudah mulai terdapat di dalam pemikiran Zia Gokalp (1875-1924).

MUSTAFA KEMAL (1881-1938)
Usai perang Dunia I, di mana Turki bersekutu dengan Jerman yang dinyatakann kalah, cabinet Turki muda mengundurkan diri. Talat Pasya, Enver Pasya, dan Jamal Pasya lari ke Eropa. Perdana menteri baru, Ahmed Izzet Pasya berdamai dengan pihak pemenang. Tentara sekutu masuk dan menguasai bagian-bagian tertentu kota Istanbul. Sementara itu tentara Yunani mendarat di Izmir pada 15 Mei 1919 dengan bantuan kapal perang Inggris, Perancis, dan Amerika. Ini menimbulkan amarah dan membangkitkan semangat rakyat Turki untuk membela tanah airnya. Dalam suasana seperti itulah muncul Mustafa Kemal. Ialah pencipta Turki modern dan atas jasanya itu ia diberi gelar Attaturk (Bapak TUrki).
Mustafa Kemal bersama teman-temannya pernah membentuk suatu komite rahasia dan menerbitkan surat kabar tulisan tangan yang mendukung kritik terhadap pemerintahan sultan. Dalam Perang Dunia I ia menjadi panglima Divisi 19. Atas keberaniannya dalam pertempuran, pangkatnya dinaikkan dari colonel menjadi jenderal,, ditambah dengan gelar Pasya.
Atas usaha Mustafa Kemal dan teman-temannya, pada 1920 dibentuklah Majelis Nasional Agung. Secara perlahan-lahan Mustafa Kemal dan teman-temannya dari golongan nasionalis dapat menguasai situasi sehingga akhirnya sekutu terpaksa mengakui mereka sebagai Penguasa TUrki secara de facto dan de jure. Pada 1923 ditandatangani perjanjian Lausanne, dan pemerintahan Mustafa Kemal mendapat pengakuan internasional.
Dalam hal pembaruan, pemikiran Mustafa Kemal dipengaruhi ide golongan nasionalis Turki dan ide golongan Barat. Menurutnya Turki hanya dapat maju dengan meniru Barat. Setelah perjuangan kemerrdekaan selesai perjuangan baru dimulai,, yaitu perjuangan memperoleh dan mewujudkan peradaban Barat di TUrki dan semua kegiatan reaksioner harus dihancurkan.
Ide nasionalisme yang diterima Mustafa Kemal ialah ide nasionalisme TUrki yang terbatas daerah geografisnya, bukan ide nasionalisme yang luas. Westernisasi, sekularisasi, dan nasionalisme terbatas itulah dasar pemikiran Mustafa Kemal.
Pembaruan pertama ditujukan terhadap bentuk Negara. Di sini harus diadakan sekularisasi. Dalam siding Majelis nasional agung pada 1922, Mustafa kemal mengusulkan agar jabatan sultan dihapuskan. Usul ini diterima majelis. Dengan demikian raja TUrki hanya memegang jabatan khalifah yang tidak mempunyai kekuasaan duniawi, melainkan hanya kekuasaan spiritual. Sekarang kedaulatan berada di tangan Majelis Nasional agung dan kekuasaan eksekutif di tangan majelis Negara. Pada Oktober 1923, Majelis Nasional Agung menetapkan bahwa Negara berbentuk republic Turki adalah Islam. Mustafa Kemal menjadi presiden republik itu.
Sementara itu, Abdul Majid masih menjadi khalifah. Pada 3 Maret 1942, majelis memutuskan penghapusan jabatan khalifah. Usah Mustafa Kemal selanjutnya ialah menghilangkan konstitusi 1921. Ini terjadi pada 1928. Negara tidak ada lagi hubungannya dengan agama. Sembilan tahun kemudian,, yaitu setelah prinsip sekularisme masuk konstitusi 1937, barulah Republik Turki resmi menjadi Negara sekuler. Tetapi pada 1940, imam-imam tentara mulai bertugas lagi di Angkatan bersenjata Turki. Pada 1949, pendidikan Agama masuk kembali dalam kurikulum sekolah. Setahun kemudian pendidikan Agama diwajibkan.