IKHTISAR LINTASAN SEJARAH KEBAYA
Dari waktu ke waktu kebaya selalu mengalami perkembangan mode maupun desain. Berbagai ragam ide dan kreativitas dituangkan oleh para perancang busana kebaya untuk menampilkan desain kebaya eksotis, menarik, dan lain dari pada yang lain. Berikut ini perkembangan singkat perjalanan kebaya dari waktu ke waktu:
1. Tahun 1300-1600 Masehi
Busana perempuan berupa baju semacam tunik mulai digunakan oleh perempuan Cina pada masa pemerintahan Dinasti Ming.
2. Tahun 1500-1600 Masehi
Pakaian seperti kebaya yang dibawa oleh perempuan imigran Cina mulai muncul di wilayah Nusantara dan kemudian berkembang menjadi kebaya encim atau kebaya peranakan. Waktu itu, busana yang menjadi cikal bakal kebaya masih berupa baju atasan berbentuk tunik, berlengan panjang, menutup leher hingga ke lutut. Hal ini diduga karena mulai terpengaruh oleh budaya Islam.
3. Akhir tahun 1500-an
Kebaya mulai dikenall sebagaii busana khusus oleh anggota keluarga keturunan para raja di Pulau Jawa.
4. Awal Tahun 1800
Bersamaan dengan era penjajahan Belanda, bahan pakaian yang lebih baik seperti beludru, berbagaii jenis kain sutera dan tenunan halus lainnya mulai muncul menggantikan bahan katun hasil tenunan yang sederhana (kain mori) karena jalur perdagangan tekstil antar Negara yang mulai ramai pada masa ini.
5. Awal Tahun 1900
Pada masa ini, kebaya sudah dianggap sebagai busana khas dii kalangan masyarakat kelas menengah di Jawa. Bahkan menjadi busana sehari-hari para priyayi dan mereka yang berada di kalangan ningrat. Di beberapa wilayah keratin Yogyakarta dan Solo misalnya, perempuan dari kalangan ningrat sering mengenakan kebaya dengan dihiasi ornament sulaman lambang kerajaan. Di masa ini, kebaya tidak saja digunakan oleh penduduk asli Jawa, tetapi juga dikenakan sebagai busana sehari-hari oleh perempuan peranakan, baik dari keturunan Cina ataupun Belanda.
6. Tahun 1945-1960an
Kebaya sedemikian luas dalam berbagai kesempatan dalam kehidupan rakyat Indonesia sehari-hari, baik di kawasan pedesaan ataupun perkotaan. Bahkan, kebaya telah menjadi identitas busana perempuan Indonesia.
7. Tahun 1970-an
Pengaruh budaya pop yang kuat dari Eropa dan Amerika membuat kiblat dunia mode Indonesia berpaling ke sana. Berbagai tren fashion bermunculan menunjukkan gaya cosmopolitan yang mengikuti arus mode di Eropa dan Amerika. Kebaya yang dianggap oleh kaum muda sebagai “busana tradisional” dan mulai dianggap “ketinggalan zaman” sehingga kebaya mulai ditinggalkan. Walau begitu kebaya masih dikenakan pada berbagai acara resmi atau pada upacara resepsi di tengah masyarakat.
8. Tahun 1990-kini
Kebaya kembali memancing minat masyarakat luas setelah beberapa perancang busana terkenal merancang kebaya gaya baru yang kini lazim disebut “kebaya pesta”. Para perancang ini membuat kebaya lebih trendi dengan bentuk yang sangat serasi di badan dan ragam bahan kain kebaya yang menawan, bahkan menggunakan bahan yang mewah dan mahal seperti sutera organdi, bahan tekstil impor, serta berbagai bahan yang terbuat dari serat alam lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar