Jumat, 22 Maret 2013

Zuhud Kepada Duniawi

Zuhud Kepada Duniawi

       Tahukah anda apa yang dimaksud dengan zuhud? Di zaman modern ini, dengan segala efek globalisasi yang menimpa bangsa ini, sulit rasanya menemukan orang yang benar-benar zuhud kepada duniawi.
       Kesederhanaan Rasulullah adalah salah satu aspek yang harus kita ikuti. Beliau tidak tergila-gila dengan kekayaan dan harta, karena beliau sadar bahwa hidup di dunia tidaklah lama, hidup di dunia hanya sementara.
Allah berfirman dalam surat Al-Kahf ayat 46:
Yang artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu, serta ebih baik untuk menjadi harapan.”

       Zuhud bukan berarti miskin, akan tetapi merasa cukup dengan kelebihan yang dibberikan oleh Allah. Hidup sederhana di zaman modern berarti dapat memerangi serangan efek buruk globalisasi.  Berkeyakinan bahwa merasa cukup dengan harta yang didapatkan secara halal.
       Jika sifat zuhud pada duniawi dapat kita terapkan dalam kehidupan, maka kasus korupsi di negeri ini dapat diminimalisir, karena pada dasarnya koruptor tercipta oleh kerakusan terhadap materi.
       Dalam buku “wanita-wanita yang dirindukan surga” karya Dr Mustafa Murad menerangkan bahwa ketika Rasulullah isra mi’raj ke langit, Rasulullah mendengar  suara langkah berjalan . Lalu Rasulullah bertanya, siapa ini? Mereka penduduk langit menjawab, ‘ini adalah al-Ghumaishaa binti Malhan.
Tahukah anda siapa al-Ghumaishaa itu?
Al-Ghumaishaa adalah Muslimah yang bermahar Islam. Al-Ghumaishaa tidak meminta emas ataupun permata untuk dijadikan mahar.
Diharapkan, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dunia adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalehah.
Sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah: “ya Rasulullah… siapa yang paling tinggi derajatnya ? bidadari surga atau wanita mukmin yang shalehah?” Rasulullah menjawab : “ sesungguhnya wanita mukmin yang shalehah lebih tinggi derajatnya daripada bidadari surga”.
Kemudian para sahabat bertanya kembali: “ Dengan apa para wanita mukmin shalehah dapat dikatakan begitu? Kemudian Rasulullah menjaawab:” Karena wanita mukmin shalehah melaksanakan shalat, puasa, dan berhaji. Sedangkan bidadari tidak”.
       Dikatakan bahwa wanita dunia lebih utama tujuh puluh kali lipat daripada bidadari. Ibnu al-mubarak menuturkan dari Rusyid, dari Ibnu An’am dari Hibban bin abi jabalah, ia berkata, “ sesungguhnya wanita dunia yang masuk surga diutamakan daripada bidadari karena amal perbuatannya di dunia.”
       Para wanita beriman melebihi para bidadari dalam kecantikan, keindahan, dan akhlak. Oleh karena itu wanita beriman mendapat kedudukan lebih tinggi dibanding para bidadari surga.

Tidak ada komentar: