Kali ini, blog saya akan sedikit mengulas tentang Negeri
seribu menara atau orang-orang biasa menyebut dengan sebutan “Negeri para Nabi”.
Mesir … ya inilah negeri yang saya maksud.
Nuansa yang berbeda tergambar ketika saya mengunjungi Museum
Konferensi Asia Afrika pada bulan Ramadan tahun ini. Seperti biasa, sebelum
memasuki museum, saya dan teman saya terlebih dahulu mengisi daftar hadir tepat
di bagian pintu masuk museum. hal ini tentu saja bertujuan agar panitia
mengetahui jumlah pengunjung yang berkunjung pada hari itu.
Setelah mengisi daftar hadir, kami dipersilahkan duduk
mengisi kursi yang sudah disediakan oleh panitia. Setelah itu acara dilanjutkan
dengan menonton film berbahasa Arab yang kental dengan nuansa Mesir.
Waktu berjalan detik demi detik, tepat pada pukul 15.00
acara dilanjutkan dengan pertemuan Duta Besar Mesir. Di sekmen ini kami
berdiskusi, melakukan Tanya jawab, dan berinteraksi langsung dengan Duta besar
Mesir. Beberapa pertanyaan dilontarkan oleh audiens yang kebanyakan adalah
mahasiswa dari Bandung..
Waktu terus berjalan, sekmen diskusi dengan Duta Besar Mesir
ditutup dengan lantunan musik klasik rebana yang kental dengan budaya Arab.
Kami sadar kalau kami belum shalat Ashar, akhirnya saya dan beberapa teman ijin
untuk shalat Ashar duluan di Mushala yang terdapat di museum. Hal konyol pun
terjadi, ketika akan wudhu, kami tidak menyadari kalau kami wudhu di tempat
ikhwan (laki-laki) karena pada saat itu kami terburu-buru takut waktu shalat
Ashar keburu lewat. ahahaha ! dodol pantesan saja tadi pas wudhu kebanyakan
yang wudhu di tempat itu adalah ikhwan ternyata tempat wudhu untuk akhwat ada
di sebelah tempat wudhu untuk ikhwan. hahahaha yasudahlaahh ~~~~
Tepat pukul 17.30 acara selesai dan sesekali kami mengelilingi
pojok museum untuk dapat melihat-lihat benda-benda yang identik dengan Sejarah
Mesir.
Adzan maghrib berkumandang, kami diberi ifthar gratis.
ahahah senang sih dikasih ifthar gratis,
tapi sedih juga karena tidak kebagian menu makanan khas Mesir karena keburu
kehabisan :(
iya, Mesir Negara yang identik dengan cleopatranya ini
menyimpan cerita sendiri pada diri saya. tak akan pernah saya melupakan
kunjungan saya ke museum ini, semoga tahun depan ada lagi acara yang bertajuk “
Ramadan in Egypt” I hope !! ;)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar