Minggu, 27 April 2014

Aku menyebutnya, “Desa”



Ada dua kategori yang membedakan sebuah wilayah, yaitu desa dan kota.
ketika aku berkunjung ke beberapa kota metropolitan, yang terasa adalah macet, berisik, panas, dan penuh dengan hiruk pikuk manusia.
beda ketika aku mengunjungi sebuah desa. yang terasa adalah damai, sejuk, udara yang masih asri, dan pemandangan yang hijau memukau mata.
kota dan desa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. walapun kota terasa macet, berisik, panas dan penuh dengan hiruk pikuk manusia akan tetapi kota bisa dikatakan sebagai salah satu jalan keluar masyarakat untuk mencari nafkah. akan tetapi pergaulan di kota pun harus diwaspadai, terlebih dengan maraknya pergaulan bebas, dan hedonisme yang menjadi peluang kaum borjuis untuk beradu gengsi.
beda hal nya dengan desa. walapun desa terasa biasa-biasa saja, akan tetapi di desa lah aku menemukan ketenangan. di desa lah aku menemukan kejujuran, dan di desa lah aku merasa dekat dengan alam.

whatever, I Love Village

Tidak ada komentar: