Husain Radhiyallahu ‘anhuma terbunuh dalam keadaan terzhalimi dan mati syahid.
Husain Radhiyallahu ‘anhuma bukanlah pemberontak. Sebab, kedatangannya
ke Irak bukan untuk memberontak. Seandainya mau memberontak, beliau
Radhiyallahu ‘anhuma bisa mengerahkan penduduk Mekah dan sekitarnya yang
sangat menghormati dan menghargai beliau Radhiyallahu ‘anhuma. Karena,
saat beliau Radhiyallahu ‘anhuma di Mekah, kewibaannya mengalahkan
wibawa para Sahabat lain yang masih hidup pada masa itu di Mekkah.
Beliau Radhiyallahu ‘anhuma seorang alim dan ahli ibadah. Para Sahabat
sangat mencintai dan menghormatinya. Karena beliaulah Ahli Bait yang
paling besar.
Jadi Husain Radhiyallahu ‘anhuma sama sekali bukan pemberontak. Oleh
karena itu, ketika dalam perjalanannya menuju Irak dan mendengar
sepupunya Muslim bin ‘Aqîl dibunuh di Irak, beliau Radhiyallahu ‘anhuma
berniat untuk kembali ke Mekkah. Akan tetapi, beliau Radhiyallahu
‘anhuma ditahan dan dipaksa oleh penduduk Irak untuk berhadapan dengan
pasukan ‘Ubaidullah bin Ziyâd. Akhirnya, beliau Radhiyallahu ‘anhuma
tewas terbunuh dalam keadaan terzhalimi dan mati syahid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar